Amankan Pasokan Energi, Indonesia Jajaki Investasi Migas Rusia di Tengah Gejolak Global

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Indonesia bergerak cepat mengamankan pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. 

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjajaki kerja sama migas dengan Rusia, salah satu produsen energi terbesar dunia.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan minyak dan gas bumi (migas), mengingat Indonesia masih bergantung pada impor energi.

BACA JUGA:AS Disebut 18 Kali Langgar Wilayah Udara RI, Kemlu Serahkan Penanganan ke TNI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa lalu menghasilkan kesepakatan kerja sama jangka panjang di sektor energi.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Menurut Bahlil, pemerintah berupaya mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Penjajakan ini  tidak hanya di satu negara, tapi di hampir semua negara.

“Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden, sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM dan Utusan Khusus daripada Presiden Putin. Dan kabarnya Alhamdulillah cukup mengembirakan," ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis,16 April 2026.

Ia menjelaskan, Indonesia berpotensi mendapatkan pasokan minyak mentah (crude) dari Rusia.

BACA JUGA:4 Jenazah Berhasil Dievakuasi, 3 Masih Berada di Puing Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalbar

Negara itu berencana investasi dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia, termasuk fasilitas penyimpanan dan pengolahan yang bertujuan meningkatkan cadangan strategis nasional.

"Bahwa kita akan mendapat pasokan krut dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita," lanjutnya.

Kebutuhan minyak mentah nasional yang mencapai sekitar 300 juta ton per tahun, membuat pemerintah membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai negara produsen energi.

Selain Rusia, Indonesia juga menjajaki kerja sama dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara di Afrika.

BACA JUGA:Cegah Penyakit, Kemenkes Wajibkan Pencantuman Label Gizi untuk Makanan dan Minuman Siap Saji

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap Pria di Nagan Raya, Diduga Lecehkan Perempuan di UKS
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jaksa Tuntut Ibrahim Arief Rp 16,9 M, meski Aliran Dana Tak Terbukti di Persidangan
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Ikan Sapu-sapu Kembali Diburu, Pemkot Keringkan Sungai Samping Plaza Indonesia Jumat Besok
• 23 jam lalukompas.com
thumb
India Jajaki Impor Urea dari Indonesia, Pemerintah Siapkan Skema Ekspor dengan Prioritas Kebutuhan Dalam Negeri
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Peringatan Gelombang Tinggi BMKG 18-21 April 2026, Ini Wilayah Berpotensi Dihantam Ombak 2,5 Meter
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.