Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang kian mendominasi sungai-sungai di Ibu Kota. Upaya ini akan dilakukan dengan menugaskan secara khusus petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) agar penanganan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami akan menugaskan PJLP secara khusus untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta,” ujar Pramono dalam keterangannya, Jumat, 16 April 2026.
Menurutnya, langkah pengendalian tidak boleh dilakukan secara sesaat atau seremonial, melainkan harus rutin dan diperluas ke berbagai wilayah. Hal ini mengingat jumlah ikan sapu-sapu yang terus meningkat dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.
“Tidak cukup hanya kegiatan seperti ini. Harus dilakukan secara rutin dan diperluas agar hasilnya optimal,” katanya.
Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang dapat mengancam kelangsungan ikan lokal karena memakan telur-telurnya. Dengan kemampuan berkembang biak yang tinggi, keberadaan ikan ini dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Ikan ini sangat invasif, sekali bertelur bisa ratusan hingga ribuan. Ini membuat ikan lokal sulit bertahan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu karena berpotensi mengandung zat berbahaya. Kandungan residu dalam tubuh ikan tersebut disebut cukup tinggi dan berisiko bagi kesehatan.
“Kadar residunya bisa di atas batas aman, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” tegas Pramono.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota. Ke depan, peran PJLP akan dioptimalkan untuk melakukan pengendalian populasi secara konsisten di berbagai sungai dan saluran air.
Editor: Redaktur TVRINews





