Pemkot Jaktim dorong penangkapan ikan sapu-sapu berkelanjutan

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu secara berkelanjutan untuk mencegah kerusakan ekosistem perairan.

"Kami berharap kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi terus dilakukan secara berkelanjutan," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.

Menurut dia, kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu tidak boleh berhenti sebagai aksi sesaat, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan atau stakeholder.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menekan populasi ikan invasif tersebut.

Dia pun memastikan segera berkoordinasi dengan berbagai stakeholder guna merancang langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian apresiasi bagi masyarakat yang aktif membantu penangkapan ikan sapu-sapu.

"Kami juga akan mencoba berkomunikasi dengan stakeholder lain agar masyarakat yang ikut menangkap ikan sapu-sapu bisa mendapatkan apresiasi," ujar Munjirin.

Selain itu, Munjirin meminta jajaran camat dan lurah untuk memetakan lokasi-lokasi yang menjadi titik konsentrasi ikan sapu-sapu agar dapat diprogramkan penanganannya secara sistematis.

Baca juga: Pemkot Jaktim jaga ekosistem lewat operasi tangkap ikan sapu-sapu

Hasil koordinasi tersebut nantinya diikuti dengan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya ikan sapu-sapu bagi lingkungan.

"Ikan sapu-sapu di Jakarta ini sudah menjadi endemik dan bahkan mendominasi hingga sekitar 80 persen populasi di sejumlah perairan. Dampaknya sangat merusak, baik bagi makhluk hidup lain di air maupun infrastruktur saluran, karena mereka membuat lubang-lubang di dinding dan pinggiran saluran," jelas Munjirin.

Selain itu, kata dia, kerusakan yang ditimbulkan ikan sapu-sapu tidak hanya mengancam keseimbangan ekosistem, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik saluran air, yang berpotensi memperparah kerusakan lingkungan perkotaan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi masyarakat, Pemkot Jakarta Timur berencana menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Bazis untuk memberikan insentif berupa bantuan keuangan kepada warga yang terlibat dalam penangkapan ikan sapu-sapu.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem perairan di wilayah Jakarta Timur.

"Dengan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan, kami optimistis populasi ikan sapu-sapu dapat dikendalikan sehingga keseimbangan lingkungan dapat kembali terjaga," ucap Munjirin.

Baca juga: Dinilai ganggu ekosistem, Pram tinjau penangkapan ikan sapu-sapu

Seperti diketahui, Pemkot Jakarta Timur menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan pada Jumat sebagai langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, dan dilaksanakan secara hybrid di sejumlah titik perairan lainnya.

Di Kecamatan Matraman, kegiatan berlangsung di Pintu Air Gunung Antang, RW 9, Kelurahan Palmeriam. Di Kecamatan Duren Sawit, kegiatan dipusatkan di Kali Buaran II, sementara di Kecamatan Cakung, penangkapan ikan itu berlangsung di kawasan Perumahan Rokem, Tambun Rengas.

Lalu, di Kecamatan Jatinegara, operasi digelar di Rumah Pompa Air BC Sudin Sumber Daya Air, Kelurahan Bidara Cina. Kemudian, di Kecamatan Cipayung, operasi berlangsung di Waduk Cilangkap 2 Agrowisata, RW 1, Kelurahan Cilangkap.

Selanjutnya, di Kecamatan Pasar Rebo, kegiatan terpusat di Irigasi Setu Pedongkelan, Kelurahan Pekayon. Lalu, di Kecamatan Ciracas, kegiatan dilaksanakan di Kali Cipinang, RT 4 RW 3, Kelurahan Rambutan, sedangkan di Kecamatan Pulo Gadung, operasi penangkapan terpusat di Kali Pasadenia, Jalan Pacuan Kuda, Kelurahan Kayu Putih.

Selain itu, di Kecamatan Makasar, operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilaksanakan di Kali Sunter Sipon Kalimalang, tepatnya di Jalan Pintu Air, Kelurahan Cipinang Melayu.

Hasil penangkapan mencapai 763 kilogram atau 7,63 kuintal ikan sapu-sapu dalam operasi serentak yang digelar di 10 kecamatan.

Baca juga: Pemkot Jaktim tangkap 763 kg ikan sapu-sapu lewat operasi serentak

Baca juga: DKI akan bersihkan sungai hingga ikan sapu-sapu pada Jumat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aset Rp4,5 Miliar Sindikat Phishing Lintas Negara Disita Bareskrim Polri
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Bung Ropan Heran Bukan Main dengan Pelatih Timnas Indonesia U17 saat Kalah Lawan Malaysia, kok Long Ball Terus
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Mudah Mendeteksi Orang dengan IQ Tinggi Menurut Ilmu Psikologi
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jemaah Haji Dapat Fasilitas Bebas Bea Masuk, Ini Ketentuannya
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Rumah Terbakar yang Tewaskan Sekeluarga di Jakbar Dipasangi Terali, Damkar Kesulitan Padamkan Api
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.