JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar operasi tangkap ikan sapu-sapu di anak Kali Taman Semanan Indah (TSI), Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (17/4/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari gerakan serentak Pemprov DKI Jakarta untuk populasi ikan invasif yang mengancam kelestarian ekosistem sungai.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, telah menyiapkan apresiasi khusus bagi petugas-petugas yang berhasil menangkap ikan tersebut.
Baca juga: Pramono Siapkan PJLP Khusus Tangani Ikan Sapu-sapu di Sungai Jakarta
"Ada apresiasi buat yang mendapatkan ikan, kita bikin grup, bikin tim, mendapatkan nilai Rp 25.000 untuk satu kilo untuk satu grup," ucap Iin di lokasi, Jumat.
Tidak hanya insentif uang tunai, Iin juga menjanjikan hadiah rekreasi bagi para petugas yang bisa mengumpulkan banyak tangkapan sapu-sapu.
"Jadi nanti mereka bisa nikmati bersama-sama dan kita juga akan ajak mereka semua refreshing, jalan-jalan ke Ancol," kata Iin.
Hingga pukul 09.00 WIB atau satu jam setelah operasi dimulai, tim gabungan disebut telah berhasil mendapat tangkapan sekitar 25 kilogram.
Seluruh ikan sapu-sapu hasil tangkapan ini akan langsung dikubur di Sentra Flora Semanan.
Operasi ini akan dilakukan secara rutin untuk memberantas ikan yang merusak turap-turap di sungai ini.
Sempat beredar kabar adanya oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan daging ikan sapu-sapu untuk olahan makanan seperti siomay, padahal ikan ini menyerap logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.
Baca juga: Pagi di Sungai Samping Plaza Indonesia: Petugas PPSU hingga Damkar Turun Lagi Tangkap Ikan Sapu-sapu
"Saya tidak menemukan itu di Jakarta Barat, informasinya tidak ada di Jakarta Barat ya. Jadi nanti mungkin kalau hal itu memang ada, tentu kami akan lakukan secara ketentuan yang jelas, karena memang kan tidak boleh. Nanti kami akan komunikasikan ini dengan UKPD terkait," kata Iin.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut mengawasi dan segera melapor jika menemukan adanya praktik pengolahan makanan berbahan dasar ikan sapu-sapu di Jakarta Barat.
Senada, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, yang turut hadir di lokasi juga meminta agar masyarakat memantau keberadaan ikan sapu-sapu agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Perkembangbiakannya sangat cepat dan itu sangat membahayakan tentunya jika dijadikan makanan olahan. Jadi ini perlu pemantauan dan kepedulian kita semua supaya ini tetap bisa terjaga ekosistem sungainya tetap bersih, dan juga masyarakat aman supaya ini tidak dikonsumsi atau diambil oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkap Hilda.
Hilda pun telah menyampaikan kepada Pemkot Jakbar agar terus melanjutkan program pembasmian sapu-sapu secara rutin ke depannya.
Baca juga: Daftar Lokasi Operasi Tangkap Ikan Sapu-Sapu, Pramono Turun Tangan di Jakut





