KOMPAS.com - Fenomena El Nino “Godzilla” diprediksi berpotensi terjadi di Indonesia selama musim kemarau April hingga Oktober 2026, membawa cuaca lebih panas, kering, dan minim hujan di berbagai wilayah, termasuk Jakarta.
Selain berdampak pada kekeringan dan krisis air, kondisi ini juga memicu dua risiko yang sering luput disadari, seperti gangguan kesehatan mental akibat suhu ekstrem dan paparan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kulit.
Dikutip dari Kompas.com, sebuah studi global yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dianalisis oleh peneliti dari Chinese Academy of Sciences dan Massachusetts Institute of Technology menunjukkan bahwa kenaikan suhu memiliki korelasi langsung dengan perubahan emosi manusia.
Penelitian tersebut menganalisis 1,2 miliar unggahan media sosial dari 157 negara dalam 65 bahasa, lalu mengaitkannya dengan data cuaca lokal.
Dalam penelitian itu ditemukan, saat cuaca panas atau suhu mendekati 35 derajat Celsius, unggahan bernada negatif di media sosial meningkat signifikan.
Baca juga: Waspada Kelompok Paling Rentan Terdampak El Nino Godzilla 2026
Di negara berpenghasilan rendah, sentimen negatif naik sekitar 25 persen. Sedangkan, di negara berpenghasilan tinggi, kenaikannya sekitar 8 persen.
Peneliti menyimpulkan bahwa panas ekstrem membuat orang lebih mudah marah, stres, dan emosional.
Menurut Jianghao Wang, data media sosial memberi gambaran real-time tentang bagaimana cuaca memengaruhi emosi manusia secara global.
Hal ini diperkuat oleh Siqi Zheng yang menyebut bahwa kenaikan suhu tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan emosional sehari-hari.
Baca juga: Tak Sekadar Panas, Ini Dampak El Nino Godzilla di Jakarta dan Sekitarnya
Kenapa Cuaca Panas Bisa Memengaruhi Emosi?Secara sederhana, ada beberapa mekanisme yang terjadi:
- Stres fisiologis: Tubuh bekerja lebih keras menjaga suhu. Tubuh menjadi cepat lelah dan mudah tersulut emosi.
- Gangguan tidur: Suhu panas mengganggu kualitas istirahat sehingga memperburuk mood.
- Ketidaknyamanan terus-menerus: Rasa gerah dan dehidrasi memicu iritabilitas atau ketidaknyamanan, bisa dari pakaian yang basah karena keringat atau ruangan yang gerah atau pengap.
- Tekanan lingkungan: Polusi dan udara kering saat cuaca panas memperparah kondisi tubuh hingga menimbulkan ketidaknyamanan.
Kondisi ini menjelaskan kenapa saat cuaca sangat panas, konflik sosial kecil bisa lebih mudah terjadi, dan produktivitas juga bisa menurun.
Baca juga: El Nino Godzila Diprediksi April, Pramono Wanti-wanti Berdampak Ekonomi Jakarta
Bahaya Sinar UVSelain memengaruhi emosi, El Nino juga meningkatkan risiko paparan sinar ultraviolet (UV) karena langit lebih cerah dan minim awan.
Menurut dr. Irwan Saputra Batubara, paparan UV berlebih dapat merusak DNA sel kulit dan memicu berbagai gangguan, termasuk kanker kulit.
“Paparan sinar UV secara terus-menerus dan tanpa perlindungan dapat merusak DNA sel-sel kulit. Jika kerusakan ini terus terjadi, maka berisiko memicu pertumbuhan sel abnormal yang berujung pada kanker kulit,” jelasnya, dikutip dari Kompas.com.
Dampak utama paparan UV, di antaranya:





