JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) menawarkan dukungan pendanaan bagi negara-negara yang membutuhkan di tengah ketidakpastian global.
Namun, Indonesia memilih mengandalkan kekuatan fiskal domestik yang masih kuat.
Purbaya menyampaikan hal itu saat wawancara eksklusif dalam program Kompas Bisnis, usai rangkaian pertemuan dengan lembaga global di Washington D.C., Amerika Serikat.
“Dan dia bilang begini di acara itu, dua-duanya sama, IMF dan World Bank juga sama itu, ‘Kami menyiapkan dana untuk negara-negara yang butuh’,” kata Purbaya kepada presenter Kompas TV Yan Rahman, Kamis (17/4/2026).
Baca Juga: Ekonom World Bank Minta Maaf ke Menkeu Purbaya usai Pangkas Proyeksi RI Jadi 4,7 Persen
Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tidak berada dalam posisi yang memerlukan bantuan tersebut, mengingat kapasitas fiskal nasional masih memadai.
“Saya diam saja karena uang saya banyak, kan ada Rp420 triliun. Dia hanya punya, dia bilang mungkin 30 sampai 40, (atau) 20 sampai 30, (itu) waktu (bersamaan) dengan World Bank. Jadi ya, sama dengan uang kita, (bedanya) dia untuk dibagi-bagi ke banyak negara, kita punya buat sendirian,” ucapnya.
Menurut Purbaya, kondisi tersebut mencerminkan ketahanan fiskal Indonesia yang relatif lebih kuat dibanding banyak negara lain.
“Jadi pertahanan kita cukup berlapis-lapis dibanding yang lain,” ujarnya.
Baca Juga: Wamenhaj Sebut 30 Persen Jemaah Haji Reguler Bekerja sebagai Petani
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- purbaya yudhi sadewa
- menteri keuangan
- menkeu purbaya
- dana bantuan imf
- bank dunia
- world bank





