Masuki Musim Kemarau, BNPB Sebut Potensi Karhutla Akan Meningkat

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akan meningkat seiring memasuki musim kemarau.

Letjen TNI Suharyanto Kepala BNPB mengingatkan sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan memiliki tingkat kerawanan karhutla yang tinggi, khususnya lahan gabut, yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Katanya langkah-langkah pencegahan terus diperkuat melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta pembasahan lahan gambut (rewetting) di wilayah rawan.

“Kita sudah bisa melewati tiga fase El Nino yakni 2015, 2019 dan 2023, mudah-mudahan di tahun 2026 ini dampaknya bisa berkurang, sehingga harapannya kita bisa lebih melakukan tindakan preventif secara tepat,” ujar Suharyanto saat Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

BNPB juga mengoptimalkan penggunaan teknologi pemantauan dan penanganan karhutla, seperti sistem deteksi titik panas (hotspot) berbasis satelit, pemantauan cuaca dari BMKG, serta pemanfaatan drone untuk patroli udara.

Suharyanto menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh lengah. Seluruh unsur harus bergerak bersama sejak dini. Pencegahan adalah kunci utama agar kebakaran tidak meluas dan berdampak besar bagi masyarakat,” tambah Suharyanto pada keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026).

BNPB mengerahkan helikopter patroli dan water bombing, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah prioritas. Selain itu, BNPB juga menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan peralatan seperti pompa air, selang, alat pelindung diri, dan sarana komunikasi untuk mendukung kesiapsiagaan daerah.

“Penanganan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi menjadi faktor penentu keberhasilan,” tegasnya.

Beberapa bantuan yang diberikan BNPB adalah felksibel tank 5.000 liter satu unit, pompa besar satu unit, breecing inlet satu unit, selang polyster 1,5 x 30 sebanyak enam roll, selang polyster 2,5 x 30 sebanyak 15 roll dan pompa pemadam dua unit untuk BPBD Provinsi Kalimantan Barat.

Lebih lanjut untuk felksibel tank 5.000 liter satu unit, pompa alkon satu unit, selang polyster 1,5 x 30 sebanyak tujuh roll, selang polyster 2,5 x 30 sebanyak 10 roll, pompa pemadam dua unit dan APD karhutla 10 set. Seluruhnya masing-masing ditujukan untuk BPBD Kabupaten Mempawah, BPBD Kabupaten Kubu Raya dan BPBD Kabupaten Sambas. Diperkirakan total bantuan dukungan peralatan ini mencapai 2,9 miliar.

Selain itu, dukungan peralatan berupa mobil dapur lapangan satu unit, pompa pemadam 2 unit, flexible tank 5.000 liter satu unit dan APD karhutla 10 set. Seluruhnya masing-masing ditujukan untuk Kodam XII Tanjung Pura dan Polda Kalimantan Barat.(lea/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erick Thohir Tegaskan Belum Ada Naturalisasi Baru, Fokus Timnas pada Kekompakan Pemain
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dibasmi di Sungai Jakarta?
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rekrutmen Besar Kopdes Merah Putih 2026, Peluang Kerja 35 Ribu
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Pernyataan Trump di Las Vegas, Klaim Perang Iran Berjalan Lancar Sebut Segera Berakhir
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Penjelasan Doli Golkar soal Debat Panas RUU Migas di Rapat Prolegnas
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.