Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini memperluas program Bantuan Biaya Perkuliahan pada 2026 dengan menggandeng total 65 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Heri Purwadi, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menjelaskan perluasan ini menjadi langkah strategis membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi warga, sekaligus mempercepat target “Satu KK Satu Sarjana”.
“Di tahun ini, tahun 2026 ini, kita melebarkan sayap, pemerintah melebarkan sayap melalui perguruan tinggi swasta. Kalau dulu hanya perguruan tinggi negeri saja. Nah, di tahun 2026 ini pemerintah melebarkan sayap, MoU (tanda tangan nota kesepahaman) dengan perguruan tinggi tinggi swasta,” bebernya dalam program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Lebih rinci, dia menyebut program yang sebelumnya dikenal sebagai Beasiswa Pemuda Tangguh 65 perguruan itu kini telah menjalin kerja sama dengan 50 perguruan tinggi negeri, dan 15 sisanya perguruan tinggi swasta.
Selain memperluas kerja sama, program ini juga tetap mempertahankan skema bantuan yang menyasar mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif. Bantuan mencakup biaya UKT serta uang saku bulanan hingga penerima menyelesaikan pendidikan. Syarat menerima bantuan sendiri, para penerima sudah fix diterima di 65 perguruan tinggi yang dimaksud.
“Untuk bantuan biaya perkuliahannya itu adalah UKT nggih, yang jelas Rp2.500.000 itu untuk UKT-nya, dan ada uang saku sebesar Rp300.000 perbulan selama 10 bulan. Kemudian mereka akan dibantu sampai dengan lulus. Artinya kalau mereka S1, biasanya sampai delapan semester itu akan dibantu,” tambah Heri.
Pada 2026, Pemkot Surabaya menyediakan kuota hingga 23.860 mahasiswa yang hingga saat ini, sebanyak 11.600 kuota telah dimanfaatkan. Sehingga, masih tersedia sekitar 12.000 slot yang dapat diakses warga kategori Desil 1 hingga 5.
Sementara untuk memastikan program tepat sasaran, Pemkot juga mengandalkan peran kecamatan dalam melakukan pendataan langsung ke masyarakat. Pendekatan jemput bola dilakukan agar warga yang berhak tidak tertinggal informasi. Salah satunya di Kecamatan Sawahan yang potensi mahasiswa penerimanya cukup besar.
Pada kesemptan yang sama, Kanti Budiarti Camat Sawahan menyebutkan pihaknya aktif melakukan pendataan langsung ke rumah warga, khususnya bagi keluarga dengan kategori ekonomi rendah.
“Kami door to door, kepada warga karena kami juga ada data yang memang pemuda ini yang masuk desil satu sampai dengan lima, yang kategori gamis (keluarga miskin) begitu ya. Yang ini kami tawari untuk mereka bisa memanfaatkan (program Bantuan Biaya Perkuliahan) begitum” jelas Kanti.
Data di Kecamatan Sawahan, kata dia, menunjukkan ada 2.041 warga yang masuk kategori tersebut, dengan 204 di antaranya adalah mahasiswa yang akan didorong untuk mendaftar.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi besmart.surabaya.go.id, dengan seleksi ketat dan verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pendaftaran program Bantuan Biaya Perkuliahan gelombang saat ini, dibuka pada 13 hingga 24 April 2026.
“Ini kami dorong mereka mendaftarkan bantuan biaya kuliah ini. Sudah disiapkan melalui besmart.surabaya.go.id,” ungkapnya. (bil/ipg)




