Indonesia dan Malaysia resmi menyepakati perubahan garis batas darat di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Lewat kesepakatan ini, Indonesia memperoleh tambahan wilayah sekitar 127,3 hektare, sementara sekitar 4,9 hektare lahan sebelumnya masuk wilayah Indonesia kini menjadi bagian Malaysia.
Penegasan batas ini dilakukan melalui jalur diplomasi damai setelah bertahun-tahun ada ketidakjelasan di kawasan perbatasan. Selain wilayahnya yang sekarang sebagian besar berada di Indonesia, Pulau Sebatik juga memiliki sederet fakta menarik yang jarang diketahui.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta menariknya.
1. Satu Pulau Dua NegaraPulau Sebatik terbilang unik karena wilayahnya terbagi antara Indonesia dan Malaysia. Bagian selatan milik Indonesia, sedangkan bagian utara masuk wilayah Malaysia. Pulau Sebatik terletak di wilayah Timur Laut Pulau Kalimantan. Luas pulau ini hanya sekitar 452,2 kilometer persegi (174,6 mil persegi).
2. Sebagian Besar Milik IndonesiaWilayah 127,3 hektare di Pulau Sebatik yang sebelumnya masuk wilayah Malaysia kini menjadi milik Indonesia.
Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, perubahan tersebut merupakan hasil konkret dari diplomasi damai yang telah diselesaikan secara tuntas.
Sementara itu, hanya 4,9 hektare dari wilayah pada batas lama Indonesia di Pulau Sebatik yang kini menjadi bagian dari Malaysia.
3. Diambil dari Nama Ular SancaAsal-usul nama Sebatik berasal dari pemberian nama Tim Ekspedisi Belanda yang pada saat berkuasanya meneliti di Sebatik dan menemukan ular besar sejenis Sanca. Masyarakat yang mengikuti ekspedisi tersebut menyebut ular yang ditemukan dengan ular "Sawa Batik" dan pada saat itu Belanda menyebutnya "Sebettik" dan kemudian berangsur-angsur berubah penyebutan hingga menjadi "Sebatik".
4. Pernah Jadi Lokasi PertempuranSebatik adalah salah satu tempat di mana terjadi pertempuran hebat antara pasukan Indonesia dan Malaysia saat terjadinya Konfrontasi Indonesia-Malaysia atau Konfrontasi Borneo (dikenal sebagai Konfrontasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura).
Berlangsung dari tahun 1963 hingga 1966, konflik bersenjata yang bermula dari penentangan Indonesia terhadap pembentukan Federasi Malaysia. Setelah presiden Indonesia Soekarno digulingkan pada tahun 1966, perselisihan berakhir secara damai dan negara Malaysia terbentuk.
5. Penggunaan Dua Mata UangMasyarakat Pulau Sebatik menggunakan dua mata uang, Rupiah (Rp) dan Ringgit Malaysia (RM), dalam transaksi sehari-hari. Hal ini dikarenakan letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Mereka menggunakan Ringgit untuk belanja harian karena akses lebih dekat ke Malaysia, meski Rupiah tetap ditekankan sebagai alat pembayaran utama, bahkan kembalian bisa campuran antara kedua mata uang tersebut.
6. Tempat Wisata di Pulau SebatikPulau Sebatik memiliki beberapa tempat wisata populer, seperti Tugu Garuda Perkasa, Patung Soekarno PLBN, Manurung Waterpark, Rumah Perbatasan hingga Jembatan Panjang.
Tak hanya itu, Pulau Sebatik juga memiliki salah satu destinasi indah lainnya, seperti Pantai Indah di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.
Pantai Indah berpasir putih yang berada di tapal batas Desa Tanjung Aru ini dapat menjadi pilihan destinasi wisata saat liburan ke Pulau Sebatik.
7. Akses ke Pulau SebatikAkses utama ke Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, hanya dapat dilakukan melalui jalur laut, utamanya dari Tarakan atau Nunukan menggunakan speed boat.
Perjalanan dari Tarakan memakan waktu sekitar 2,5 jam, sementara dari Nunukan hanya 15-20 menit. Terdapat tiga pelabuhan utama di Sebatik, yaitu Bambangan, Liang Bunyu, dan Sungai Nyamuk.
Bagi penumpang dari Malaysia, penyeberangan ke Sebatik dapat dilakukan dengan speed boat dari Tawau, Sabah, dengan waktu tempuh sekitar 20-30 menit.





