Pantau - Kementerian Perhubungan memastikan seluruh awak dan penumpang helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang jatuh di hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4), meninggal dunia.
Kronologi Kejadian dan Identitas KorbanDirektur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan helikopter tersebut diawaki satu pilot, Capt. Marindra Wibowo, serta membawa satu engineer Harun Arasyid dan enam penumpang.
"Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.
Enam penumpang yang menjadi korban yakni Mr. Patrick K. (warga negara Malaysia), Mr. Victor T., Mr. Charles L., Mr. Joko C., Mr. Fauzie O., dan Mr. Sugito.
Helikopter milik PT Matthew Air Nusantara itu terbang dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 di wilayah Sekadau.
Proses Darurat dan Penanganan LanjutanLukman menjelaskan pesawat lepas landas pukul 07.37 WIB dan mengirim sinyal darurat pada pukul 08.39 WIB sebelum akhirnya hilang kontak pukul 09.15 WIB.
AirNav Indonesia kemudian menerbitkan notifikasi darurat atau DETRESFA pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban," ujarnya.
Kemenhub bersama AirNav Indonesia, Basarnas, dan unsur TNI AU terus berkoordinasi dalam proses evakuasi serta penanganan lanjutan di lokasi kejadian.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait insiden tersebut.




