Pati: Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendorong sekolah negeri untuk mengarahkan kegiatan kunjungan wisata siswa ke objek wisata lokal. Langkah ini sebagai upaya mendukung perputaran ekonomi daerah sekaligus meringankan beban biaya orang tua.
"Pengalihan tujuan wisata ke dalam daerah merupakan langkah strategis untuk menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Pati. Dengan demikian, manfaat kegiatan wisata siswa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat," kata Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Musyawarah Cabang PKB DPC Kabupaten Pati Tahun 2026 di Hotel Gitrary Pati seperti dilansir Antara, Kamis, 16 April 2026.
Menurut dia, memupuk rasa cinta dan bangga terhadap potensi daerah sendiri sangat penting. Kunjungan ke wisata lokal merupakan salah satu cara efektif untuk mengenalkan pelajar pada warisan budaya dan potensi ekonomi daerah.
Setiap satuan pendidikan diharapkan lebih aktif berkunjung ke objek-objek wisata lokal. Mulai dari wisata alam, sentra batik, sentra kuningan, tempat bersejarah, hingga situs tokoh-tokoh besar di Pati.
Baca Juga :
Dedi Mulyadi Keukeuh Larang Study Tour Lantaran Lebih Mirip PiknikLarangan Pungutan di Sekolah Negeri
Selain itu, Pemkab Pati juga melarang adanya pungutan di sekolah negeri. Pemerintah telah mengeluarkan edaran resmi yang melarang segala bentuk pungutan, baik melalui komite sekolah maupun pihak lain yang tidak sesuai ketentuan.
"Kami juga mensosialisasikan tidak boleh ada pungutan-pungutan di sekolah negeri, apapun alasannya. Untuk komite dan yang lainnya sudah kita keluarkan edaran untuk dilarang," ujarnya.
Di sisi lain, Plt Bupati juga menyoroti sektor infrastruktur yang masih memerlukan penataan ulang. Hal ini terutama terkait kendala teknis dan administratif yang perlu dibenahi secara menyeluruh.
Kondisi tempat wisata Lembang sepi dari aktivitas pengunjung.
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satu upayanya melalui optimalisasi jam pelayanan di puskesmas.
"Puskesmas tidak hanya melayani di pagi hari, tetapi juga akan melayani di sore hari, supaya pelayanan ini lebih merata di semua wilayah," ujarnya.




