Ja’far dan Gerobak Harapan di Sudut Kota Padang

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG — Di sebuah sudut kawasan Kalumbuk, Kota Padang, Sumatra Barat, seorang pedagang sederhana bernama Ja’far menjalani hari-harinya dengan tekun. Usianya telah melewati setengah abad, tetapi semangatnya seolah tak ikut menua.

Sejak 1996, Ja’far telah akrab dengan kerasnya dunia perdagangan. Dari hiruk-pikuk Jakarta hingga akhirnya kembali ke tanah kelahirannya pada 2000, perjalanan panjang itu menempa dirinya menjadi sosok yang tangguh.

Kini, kesehariannya dihabiskan dengan mendorong sebuah gerobak berisi es rumput laut, soto Padang, dan martabak telur mini. Gerobak itu bukan sekadar alat berdagang, melainkan saksi bisu perjuangannya selama bertahun-tahun. 

Di bawah langit Padang yang kadang terik, kadang mendung, Ja’far terus melangkah. Mendorong gerobaknya, menyapa pelanggan, dan menata harapan sedikit demi sedikit. Baginya, hidup bukan tentang seberapa tinggi naik, tapi seberapa kuat bertahan.

Selama ia masih mampu berdiri dan tangannya masih kuat mendorong gerobak dagangannya, Ja’far akan terus berjualan menjaga api harapan agar tetap menyala, untuk dirinya, untuk keluarganya, dan untuk masa depan yang dia yakini masih ada

Dia memilih berjualan di sekitar kawasan perguruan tinggi, tak jauh dari rumahnya. Di sana, pelanggan utamanya adalah mahasiswa. Setiap hari, Ja’far berdagang, dengan harga untuk es rumput laut seharga Rp7.000, soto Padang Rp12.000, dan martabak mini Rp7.000. 

Baca Juga

  • Pemprov Sumbar dan Bank Nagari Rangkul Perantau Minang Membangun Daerah
  • Bank Nagari Salurkan Pembiayaan UMKM Rp6,25 Triliun pada 2023
  • Pemda Padang Tegaskan Larangan Ritel Luar, Prioritaskan UMKM Lokal

Dari hasil itulah, dia menghidupi keluarganya dan membiayai pendidikan anak-anaknya. Baginya, bisa membuat anaknya tetap bersekolah adalah kebahagiaan yang tak ternilai.

Dalam perjuangan itu, Ja’far tidak sendiri. Sang istri selalu setia mendampingi, ikut membantu meski usia juga tak lagi muda. Bersama, mereka menghadapi naik turunnya kehidupan dengan kesabaran yang tak tergoyahkan.

Namun, waktu tidak selalu berpihak. Seiring berkembangnya usaha kuliner di Padang, pelanggan Ja’far mulai berkurang. Banyaknya pelaku UMKM baru membuat persaingan semakin ketat. Gerobak yang dulu menjadi harapan, perlahan mulai rapuh dimakan usia. Di tengah penurunan pendapatan, kondisi itu menjadi beban tersendiri.

Dia sempat dilanda kegelisahan. Memperbaiki gerobak berarti mengorbankan kebutuhan keluarga. Sementara itu, dia juga harus menyisihkan penghasilan untuk membayar pinjaman KUR di Bank Nagari Syariah yang telah berjalan hampir tiga tahun. 

Keadaan semakin sulit saat bencana alam melanda Padang pada November 2025. Usaha yang dijalaninya terdampak, pembeli pun semakin sepi, dan cicilan sempat tersendat.

Harapan Baru Datang

Melalui bantuan CSR dari Bank Nagari yang bekerja sama dengan Yayasan Rangkiang Peduli Negeri, Ja’far mendapatkan gerobak baru yang dikenal sebagai Gerobak Anak Nagari. Bantuan itu datang pada pertengahan 2025, tepat saat Ja’far hampir kehilangan pegangan.

Gerobak baru itu bukan sekadar pengganti yang lama. Dia adalah simbol harapan baru. Dengan alat dagang itu, Ja’far kembali bangkit, dia kembali mendorong langkahnya, menyusuri jalanan, menawarkan dagangannya dengan semangat yang tak pernah padam.

Bagi Ja’far, bantuan itu sangat berarti. Dia merasa tidak sendiri. Ada kepedulian yang menguatkan langkahnya untuk terus bertahan.

Meski demikian, Ja’far tetap hidup dalam kesederhanaan, dan bahkan dia enggan menyebutkan berapa penghasilannya. Baginya, yang terpenting adalah niat dan usaha. Dia percaya, selama bekerja dengan niat karena Allah, tidak ada usaha yang sia-sia.

“Yang penting cukup, kalau dikasih rezeki lebih, Alhamdulillah,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Dia bersyukur keluarganya tidak berada di garis kemiskinan dan dia bangga karena masih mampu memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, bertahan saja sudah menjadi pencapaian luar biasa baginya.

Namun, Ja’far juga menyimpan harapan, agar perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM kecil bisa lebih besar terutama dalam hal modal usaha dan pendampingan menghadapi era digital. Baginya, teknologi memang memudahkan, tetapi tidak semua orang seusianya mampu mengikutinya dengan cepat.

Dia berpendapat seharusnya bantuan yang diberikan tidak berhenti sekali saja. Perlu ada pemantauan, agar usaha kecil seperti miliknya benar-benar bisa berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, dia merasa bersyukur karena proses pengajuan pinjaman KUR berjalan lancar, sehingga dapat menambah modal usahanya.

Dia juga menyadari bahaya rentenir yang masih banyak berkeliaran yang justru menjerat pelaku usaha kecil hingga jatuh. Tapi berpegang teguh dengan imannya bahwa ada jalan untuk bisa mempertahankan usahanya itu.

Di balik program tersebut, CEO Yayasan Rangkiang Peduli Negeri (RPN), Zeng Wellf, menjelaskan bahwa bantuan gerobak memang ditujukan bagi pelaku usaha kecil dan menengah ke bawah. Terutama mereka yang sebenarnya memiliki produk untuk dijual, namun belum memiliki sarana yang layak untuk berjualan.

Dikatakannya program Gerobak Anak Nagari yang didukung oleh Bank Nagari diharapkan mampu menjadi salah satu solusi nyata dalam mengangkat perekonomian pelaku UMKM di Kota Padang. Hal ini juga salah satu bentuk dukungan yang nyata dari Bank Nagari terhadap pelaku UMKM melalui program CSR.

Sinergi CSR Bank Nagari dan RPN

Kolaborasi antara RPN dan Bank Nagari bukanlah hal yang baru. Sebelum program ini berjalan, keduanya telah lebih dulu melaksanakan kegiatan sosial berupa khitanan massal bagi anak-anak di Padang pada tahun 2025. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi.

Ke depan, RPN masih terus menjalin komunikasi dengan Bank Nagari agar berbagai program kepedulian ini dapat terus berlanjut. Tidak hanya untuk mendukung UMKM, tetapi juga untuk kegiatan sosial lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra menyampaikan kehadiran Bank Nagari tidak hanya berfokus pada pembiayaan semata. Lebih dari itu, perbankan juga memiliki peran dalam mendorong kemajuan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.

Menurutnya, ketika sektor UMKM bergerak dan berkembang, maka secara tidak langsung akan berdampak pada meningkatnya taraf hidup masyarakat. “Inilah yang menjadi dasar bagi Bank Nagari untuk terus menghadirkan program-program yang bersentuhan langsung dengan pelaku usaha kecil,” katanya.

Oleh karena itu, Bank Nagari menilai program Gerobak Anak Nagari layak untuk didukung melalui kerja sama dengan RPN. Selama ini, RPN dinilai telah banyak membantu Bank Nagari, khususnya dalam menyalurkan program CSR serta memperkenalkan Bank Nagari kepada masyarakat di berbagai daerah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menbud tegaskan Dana IndonesiaRaya terbuka untuk komunitas adat
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Sinopsis dan Daftar Pemain Film Tiba Tiba Setan, Tayang 16 April 2026
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pramono Turun ke Bantaran Langsung, Pimpin Gerakan Tangkap Ikan Sapu-Sapu
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Indonesia kalah 0-1 dari Malaysia pada laga kedua Piala AFF U-17
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Berita Populer: Ekspor Bus Karoseri Lokal; Evaluasi TKDN Manufaktur Otomotif
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.