Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah memiliki sejumlah instrumen pendanaan yang dapat dimanfaatkan, termasuk melalui Dana IndonesiaRaya yang terbuka bagi komunitas maupun masyarakat adat.
"Skema Dana IndonesiaRaya dapat dimanfaatkan untuk mendukung inisiatif yang berasal dari masyarakat ataupun komunitas adat," ujar Fadli Zon saat menerima kunjungan Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri dalam keterangan yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Fadli Zon dan Fachri membahas potensi dan tantangan pelestarian budaya di Seram Bagian Timur, yang mencakup Pulau Seram sebagai salah satu pulau terbesar di Maluku, serta puluhan pulau kecil lainnya dengan jumlah penduduk sekitar 150 ribu jiwa.
Baca juga: Mendukung pemajuan kebudayaan nasional melalui Dana IndonesiaRaya
Kekayaan budaya yang tersebar di wilayah ini dinilai perlu didukung melalui program yang terarah dan berkelanjutan.
Fachri menyatakan bahwa upaya pelestarian budaya di daerahnya dilakukan, antara lain melalui pembangunan dan revitalisasi rumah adat yang menjadi identitas tiap negeri adat. Rumah adat di wilayah tersebut umumnya berbahan kayu dan memiliki ciri khas masing-masing.
Selain rumah adat, di sana terdapat sejumlah cagar budaya berupa benteng yang kondisinya memerlukan perhatian, salah satu di antaranya yaitu Benteng Geser.
"Kami mendorong agar revitalisasi rumah adat dan penanganan benteng bersejarah ini dapat menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat, terkhusus Kementerian Kebudayaan," kata Fachri.
Kementerian Kebudayaan pun kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pelestarian budaya di daerah melalui program yang terarah dan berkelanjutan.
Selain itu, revitalisasi rumah adat serta pelindungan cagar budaya di Seram Bagian Timur diharapkan dapat menjaga nilai sejarah dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat.
Pertemuan Menbud Fadli Zon dan Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri turut dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga
Kabupaten Seram Bagian Timur Jufri Rumwokas; Ketua Tim Cagar Budaya Seram Bagian Timur Saidin Ernas; Wakil Ketua Kadin Seram Bagian Timur Alwi Kotarumalos; Staf Ahli Menteri bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Staf Ahli Menteri bidang Hubungan Antarlembaga Ismunandar; serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Lita Rahmiati.
Baca juga: Dana IndonesiaRaya berfokus pada pelindungan hingga pemanfaatan budaya
Baca juga: MPR: Dana IndonesiaRaya perkuat ekosisten kebudayaan nasional
Baca juga: MPR: Dana IndonesiaRaya perkuat ekosisten kebudayaan nasional
Baca juga: Fadli buka peluang kolaborasi produksi film Syekh Yusuf Al-Makassari
"Skema Dana IndonesiaRaya dapat dimanfaatkan untuk mendukung inisiatif yang berasal dari masyarakat ataupun komunitas adat," ujar Fadli Zon saat menerima kunjungan Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri dalam keterangan yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Fadli Zon dan Fachri membahas potensi dan tantangan pelestarian budaya di Seram Bagian Timur, yang mencakup Pulau Seram sebagai salah satu pulau terbesar di Maluku, serta puluhan pulau kecil lainnya dengan jumlah penduduk sekitar 150 ribu jiwa.
Baca juga: Mendukung pemajuan kebudayaan nasional melalui Dana IndonesiaRaya
Kekayaan budaya yang tersebar di wilayah ini dinilai perlu didukung melalui program yang terarah dan berkelanjutan.
Fachri menyatakan bahwa upaya pelestarian budaya di daerahnya dilakukan, antara lain melalui pembangunan dan revitalisasi rumah adat yang menjadi identitas tiap negeri adat. Rumah adat di wilayah tersebut umumnya berbahan kayu dan memiliki ciri khas masing-masing.
Selain rumah adat, di sana terdapat sejumlah cagar budaya berupa benteng yang kondisinya memerlukan perhatian, salah satu di antaranya yaitu Benteng Geser.
"Kami mendorong agar revitalisasi rumah adat dan penanganan benteng bersejarah ini dapat menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat, terkhusus Kementerian Kebudayaan," kata Fachri.
Kementerian Kebudayaan pun kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pelestarian budaya di daerah melalui program yang terarah dan berkelanjutan.
Selain itu, revitalisasi rumah adat serta pelindungan cagar budaya di Seram Bagian Timur diharapkan dapat menjaga nilai sejarah dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat.
Pertemuan Menbud Fadli Zon dan Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri turut dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga
Kabupaten Seram Bagian Timur Jufri Rumwokas; Ketua Tim Cagar Budaya Seram Bagian Timur Saidin Ernas; Wakil Ketua Kadin Seram Bagian Timur Alwi Kotarumalos; Staf Ahli Menteri bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Staf Ahli Menteri bidang Hubungan Antarlembaga Ismunandar; serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Lita Rahmiati.
Baca juga: Dana IndonesiaRaya berfokus pada pelindungan hingga pemanfaatan budaya
Baca juga: MPR: Dana IndonesiaRaya perkuat ekosisten kebudayaan nasional
Baca juga: MPR: Dana IndonesiaRaya perkuat ekosisten kebudayaan nasional
Baca juga: Fadli buka peluang kolaborasi produksi film Syekh Yusuf Al-Makassari





