Jumat Pagi di Serpong Lagoon Tangsel, Saat Anak-anak Mengayuh Sepeda Menuju Sekolah

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pagi di kawasan Serpong Lagoon, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) tak hanya diisi deru kendaraan bermotor yang lalu lalang.

Di salah satu ruas jalan lingkungan itu, sekitar 40 anak mengayuh sepeda bersama, beriringan menuju Sekolah Hikari.

Anak-anak dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga kelas 4 sekolah dasar (SD), tampak mengayuh sepedanya dengan bersemangat dari Sport Club Serpong Lagoon, yang berjarak sekitar satu kilometer (km) dari Sekolah Hikari.

Baca juga: Wisata di Kota Tua Jakarta: Foto Bareng Noni Belanda hingga Sewa Sepeda

Tas-tas di punggung mereka bergoyang mengikuti laju sepeda, sementara roda-roda sepeda kecil berputar di atas aspal yang sesekali dilintasi kendaraan.

Di beberapa titik, seperti di jalanan yang menanjak ke Sekolah Hikari, kayuhan mereka mulai melambat.

Kondisi jalanan membuat mereka semakin berat mengayuh.

Kondisi itu membuat sebagian anak-anak berhenti, tapi ada juga yang melanjutkan perjalanannya menuju sekolah.

Sementara itu, dua orang dewasa yang merupakan orangtua murid dari salah satu anak-anak itu, turut mendampingi kegiatan tersebut.

Mereka ada yang membantu, ada juga yang menyemangati anak-anak itu.

Pemandangan tersebut membawa kembali kebiasaan lama yang perlahan memudar di kawasan perkotaan, yakni berangkat ke sekolah dengan sepeda.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Bike2School Serpong Lagoon, sebuah gerakan yang digagas oleh Dimas Gilang Pamungkas, warga setempat, untuk mendorong anak-anak kembali menggunakan sepeda sebagai sarana berangkat sekolah.

Baca juga: Mensesneg Dukung Pemda Budayakan Kerja Naik Sepeda

Gerakan itu berangkat dari pengalaman pribadi Dimas. Ia ingin anaknya tetap bersepeda ke sekolah, di tengah kebiasaan anak-anak yang kini lebih sering diantar kendaraan bermotor.

“Sepeda itu dulunya alat transportasi, sekarang cuma jadi hobi,” ujar Dimas saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (17/4/2026).

Dari keinginan sederhana itu, Dimas mulai menginisiasi kegiatan bersepeda bersama setiap pekan di lingkungan tempat tinggalnya. Tepatnya setiap hari Jumat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Informasi disebarkan melalui pengurus lingkungan. Pada pelaksanaan perdana, yakni di Januari 2025, sekitar 20 hingga 25 anak langsung ikut serta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berita Populer: Ekspor Bus Karoseri Lokal; Evaluasi TKDN Manufaktur Otomotif
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pendaftaran Telkomsel IndonesiaNEXT Dibuka, Ini Link, Cara Daftar dan Jadwalnya
• 8 menit lalumedcom.id
thumb
Ketum FFI Michael Sianipar Minta Bantuan Erick Thohir Agar Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Merasa Tahu, Padahal Tidak: Ilusi Pengetahuan di Era Media Sosial
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Asrama Polri di Kalideres Terbakar, Sehari Sebelumnya 20 Rumah di Asrama Polri Ciledug
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.