Bahlil: Harga BBM Subsidi Aman, Tidak Naik Hingga 2026

celebesmedia.id
9 jam lalu
Cover Berita
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai bentuk komitmen menjaga daya beli masyarakat. 

Pernyataan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto usai melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara, termasuk Rusia dan Prancis. Dalam pertemuan di Istana Negara, pemerintah memastikan stabilitas energi nasional tetap terjaga.

Bahlil menegaskan bahwa kondisi stok energi nasional saat ini berada di atas batas minimum. Hal ini mencakup ketersediaan solar, bensin, hingga LPG yang dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Saya sampaikan kepada publik, bahwa Insya-Allah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insya-Allah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ujar dia.

Dari sisi anggaran, pemerintah menilai kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi masih dalam batas aman. Salah satu faktor utamanya adalah harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang masih berada di bawah asumsi dalam APBN.

Rata-rata ICP sejak awal tahun tercatat tidak lebih dari 77 dolar AS per barel. Angka ini masih jauh di bawah ambang batas aman yang diperkirakan mencapai 100 dolar AS per barel.

"Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar AS itu sudah aman BBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dolar AS. Jadi kita itu baru split 7 dolar AS," kata Bahlil.

Kondisi tersebut memberikan ruang fiskal yang cukup bagi pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas harga tanpa menambah beban subsidi secara signifikan.

Meski harga dan stok dinilai aman, pemerintah masih menghadapi tantangan pada sisi produksi dalam negeri. Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya berkisar 600–610 ribu barel per hari.

Kesenjangan tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada impor sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah membuka peluang kerja sama energi dengan Rusia. Kerja sama ini tidak hanya mencakup pasokan minyak mentah, tetapi juga pengembangan infrastruktur seperti kilang dan fasilitas penyimpanan energi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor di masa depan.

Kebijakan menjaga harga BBM subsidi tetap stabil menjadi kabar positif, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap fluktuasi harga energi. Stabilitas ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan kombinasi stok yang aman, harga minyak global yang terkendali, serta strategi kerja sama internasional, pemerintah optimistis kebijakan ini dapat berjalan hingga akhir 2026. 
Sumber: Antara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik B50, Risiko Hilangnya 1,5 Juta Hutan Alam hingga Inflasi Harga Pangan
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ruang Kelas Bocor, SD Negeri Hulung Kasieh Butuh Perhatian
• 22 menit lalutvrinews.com
thumb
Demo di Depan Gedung DPR, Roy Suryo Tuntut Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Waka Komisi II Mengaku Tak Tahu Hery Susanto Terlibat Dugaan Korupsi Saat Seleksi Ombudsman
• 6 jam lalukompas.com
thumb
3 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Cemburu
• 27 menit lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.