EtIndonesia. BBC pada 15 April mengumumkan rencana untuk memangkas sekitar 1.800 hingga 2.000 posisi pekerjaan. Artinya, hampir 1 dari setiap 10 karyawan akan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Langkah ini diambil untuk mengurangi tekanan finansial yang besar dan menargetkan penghematan sebesar 500 juta pound sterling dalam dua tahun ke depan.
Jumlah karyawan penuh waktu BBC saat ini sekitar 21.500 orang, menjadikannya gelombang PHK terbesar dalam hampir 15 tahun terakhir. Presiden sementara, Rhodri Talfan Davies, tidak menutup kemungkinan bahwa satu saluran atau layanan tertentu akan ditutup sepenuhnya. Rincian lebih lanjut diperkirakan akan diumumkan dalam 3 hingga 4 bulan mendatang.
Dalam beberapa tahun terakhir, BBC menghadapi berbagai tantangan dalam hal keuangan, produksi konten, serta upaya memperluas audiens. Sejumlah survei opini publik menunjukkan bahwa sebagai media publik, BBC masih perlu meningkatkan independensi serta kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan audiens dari berbagai latar belakang.
Tahun lalu, BBC juga digugat oleh Presiden AS, Donald Trump, terkait dugaan “penyuntingan yang menyesatkan” dalam program berita, dengan tuntutan ganti rugi mencapai total US$10 miliar.
Selain itu, dalam setahun terakhir, kepercayaan karyawan terhadap pimpinan BBC mengalami penurunan yang signifikan, terutama setelah beberapa skandal terkait proses editorial berita tahun lalu. Hasil survei menunjukkan bahwa hanya 34% karyawan BBC yang percaya pada pimpinan, turun 12 poin persentase dari 46% tahun sebelumnya, dan angka 34% ini merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Laporan NTD Asia Pasifik





