AS Khawatir Nuklir Rusia di Antariksa Bisa Ganggu Satelit Global

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat menyampaikan kekhawatiran serius atas laporan bahwa Rusia tengah mengembangkan kemampuan nuklir di luar angkasa yang berpotensi mengganggu satelit global.

Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh Kepala Komando Antariksa AS, Stephen N. Whiting, dalam sebuah wawancara yang menyoroti meningkatnya aktivitas militer Rusia di domain antariksa.

Baca Juga
  • Rusia Kaji Bangun Pembangkit Nuklir di Bulan, Perebutan Sumber Daya Luar Angkasa Dimulai
  • Analis Dunia: Rusia, AS, dan China Berebut Bulan, Sains Jadi Arena Perang Baru
  • Geser Dominasi AS, China Produksi Chip Masif 60 Ribu Unit dalam 2 Bulan

Whiting menyebut bahwa laporan paling mengkhawatirkan adalah kemungkinan Rusia mempertimbangkan penempatan senjata anti-satelit berbasis nuklir di orbit.

Menurut dia, langkah tersebut akan menimbulkan risiko besar terhadap infrastruktur ruang angkasa yang saat ini menopang berbagai aspek kehidupan modern.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Rusia tetap merupakan kekuatan antariksa yang sangat bersejarah dan canggih,” ujar Whiting, menegaskan bahwa meskipun terdampak sanksi, Moskow tetap berinvestasi dalam teknologi militer antariksa, sebagaimana diberitakan Foxnews.

Ia menambahkan bahwa penggunaan senjata nuklir di orbit akan melanggar komitmen internasional, khususnya prinsip-prinsip dalam Perjanjian Luar Angkasa 1967 yang melarang penempatan senjata pemusnah massal di luar angkasa.

Whiting menekankan bahwa ruang angkasa merupakan milik bersama global yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan damai.

Ia membandingkan situasi saat ini dengan era eksplorasi lama, di mana wilayah baru kerap diklaim secara sepihak oleh negara tertentu.

Namun, dalam konteks antariksa modern, pendekatan semacam itu dinilai tidak dapat diterima.

Meski tidak mengungkap detail intelijen, Whiting menegaskan bahwa laporan yang beredar cukup untuk menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan otoritas pertahanan AS.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak dari penggunaan senjata nuklir di orbit akan sangat luas dan tidak terbatas pada satu negara saja.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prof Marhamah Lanjutkan Estafet Kepemimpinan IKA Unair Sulsel
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi, Nadiem Makarim: Saya Minta Maaf
• 36 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sempat Jadi Pemulung, Fikri Temukan Kehidupan Baru di Sekolah Rakyat
• 4 jam laludisway.id
thumb
Profil Rieta Amalia, Ibunda Nagita Slavina yang Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi, Foto Berdua dan Sama-sama Tak Ada Pasangan
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Bahlil: Impor Minyak Mentah dari Rusia Dikirim ke Indonesia Bulan Ini
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.