Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi, Nadiem Makarim: Saya Minta Maaf

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

 Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, memberikan pernyataan emosional dalam sesi doorstop interview di sela-sela persidangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/4). Setelah tujuh bulan menjalani masa tahanan, Nadiem memilih untuk melakukan introspeksi diri dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik dan tokoh-tokoh politik.

“Terima kasih teman-teman media. Saya hari ini mau bercerita sedikit. Saya sudah 7 bulan di penjara dan walaupun alhamdulillah saya bersyukur bahwa semua tuduhan tidak terbukti.”

Dalam pernyataannya, Nadiem menyoroti gaya kepemimpinannya yang mungkin dianggap terlalu mendobrak tanpa mempedulikan budaya birokrasi yang ada.

"Saya ingin mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi. Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam, para profesional muda yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan," ujar Nadiem.

Ia juga mengakui bahwa sifatnya yang terlalu fokus pada profesionalisme kerja membuatnya luput dalam menjalankan fungsi politik dan sosial.

"Saya mungkin kurang santun dalam cara penyampaian saya. Saya kurang menghormati dan kurang sowan kepada tokoh-tokoh, baik masyarakat maupun politik. Saya salah tidak memahami bahwa sebagian dari tugas saya adalah fungsi politik," tambahnya.

Nadiem menyadari bahwa selama masa jabatannya, ada ucapan atau perilaku yang mungkin menyinggung berbagai pihak. Dengan nada rendah hati, ia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.

"Untuk itu saya ingin sekali mohon maaf. Saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada ucapan-ucapan atau perilaku saya pada saat menjadi Menteri yang tidak berkenan," tuturnya.

Tujuh bulan terpisah dari keluarga dan anak-anak diakui Nadiem sebagai masa yang sangat berat. Namun, ia mengaku tetap optimis dan mendapatkan inspirasi dari tokoh-tokoh sejarah Indonesia yang pernah mengalami pengorbanan lebih besar darinya.

"Hal itu memberikan saya kekuatan, memberikan saya inspirasi, dan itulah alasan kenapa bahkan dalam situasi terpuruk seperti ini, saya masih optimis. Saya masih mencintai negara saya, saya percaya ujungnya keadilan itu masih menjadi azas dasar dari negara Indonesia yang saya cintai ini," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiga Pesan Mbah Bisri Jadi Sorotan Jelang Muktamar NU
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
AS Siap Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Diperintahkan
• 8 jam laludetik.com
thumb
Napi Koruptor Keluyuran di Kafe, Pimpinan Komisi XIII Duga Ada Suap Petugas
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Motif Dendam di Kasus Andrie Yunus Diungkap, Korban Tak Kenal 4 Prajurit TNI
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Bocoran harga Honor 600 dan 600 Pro terungkap jelang perilisan
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.