FAJAR, TEHERAN—Donald Trump berbohong. Iran menolak klaim Presiden AS itu bahwa Teheran telah setuju untuk menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya.
Sumber-sumber yang mengatakan kepada News18 bahwa belum ada kesepakatan seperti itu yang dinegosiasikan sejauh ini.
Laporan tersebut mengutip sumber yang dekat dengan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Sumber tersebut mengatakan “tidak ada bentuk transfer material nuklir ke Amerika yang telah dinegosiasikan,” yang secara langsung bertentangan dengan pernyataan Trump.
Sumber Iran lainnya menolak klaim tersebut mentah-mentah, menyebutnya sebagai “kebohongan lain” dan menambahkan bahwa “tidak ada kemajuan besar yang telah dicapai” dalam pembicaraan yang sedang berlangsung.
Sumber tersebut lebih lanjut mengatakan bahwa kelanjutan negosiasi akan bergantung pada “kepatuhan terhadap semua persyaratan Iran.”
Tanggapan tersebut muncul setelah Trump mengatakan Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan setelah hampir enam minggu konflik.
Berbicara di Gedung Putih, ia mengklaim Teheran telah setuju untuk mentransfer persediaan uranium yang diperkaya.
“Mereka telah setuju untuk mengembalikan debu nuklir kepada kita,” kata Trump, merujuk pada uranium yang diperkaya yang diyakini Washington dapat digunakan dalam pengembangan senjata nuklir.
Dikutip dar First Post, Trump menambahkan ada “peluang yang sangat baik” untuk kesepakatan tersebut diselesaikan. (amr)





