Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Padang
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja positif dalam efisiensi energi sepanjang triwulan pertama tahun 2026. Dengan konsumsi BBM subsidi sebesar 225.480 liter, KAI sukses memobilisasi 512.741 pelanggan di wilayah Sumatera Barat.
Langkah ini menegaskan posisi kereta api sebagai moda transportasi massal yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga paling efisien dalam penggunaan energi dibandingkan kendaraan pribadi.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menjelaskan bahwa optimalisasi BBM subsidi ini merupakan bagian dari penerapan Good Corporate Governance (GCG). KAI berkomitmen memastikan setiap liter bahan bakar yang didanai negara melalui skema Public Service Obligation (PSO) benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Efisiensi energi ini berdampak langsung pada terkendalinya biaya operasional. Hasilnya, tarif kereta api tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah tantangan keterbatasan energi," ujar Reza, pada Jumat 17 April 2026.
Saat ini, efisiensi tersebut dirasakan langsung oleh pengguna rute jarak menengah seperti KA Pariaman Ekspres (Padang–Naras) hingga KA Lembah Anai (Padang–Kayutanam). BBM tersebut tidak hanya menggerakkan lokomotif, tetapi juga menyuplai listrik untuk fasilitas AC, penerangan, dan pengisian daya di dalam gerbong.
Tak hanya soal efisiensi biaya, KAI Divre II Sumbar juga mengambil langkah nyata dalam pelestarian lingkungan. Seluruh armada diesel di wilayah ini kini telah bermigrasi menggunakan Biosolar B40, campuran 60% solar dan 40% biodiesel.
Penggunaan bahan bakar nabati ini memiliki dua keunggulan utama, yakni tingkat emisi yang rendah untuk mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2060, serta karakteristiknya yang bersifat biodegradable sehingga lebih mudah terurai dan mampu meminimalisir risiko pencemaran tanah di sepanjang jalur rel.
Selain penggunaan BBM subsidi untuk angkutan penumpang, KAI juga mengalokasikan 65.900 liter BBM nonsubsidi untuk sektor perawatan. Alokasi ini digunakan khusus untuk mesin perawatan jalur rel dan alat kerja berat lainnya.
"Setiap tetes BBM harus dapat dipertanggungjawabkan. Kami ingin memastikan KAI tetap menjadi tulang punggung transportasi publik di Sumatera Barat yang aman, andal, dan hijau," ujar Reza.
Editor: Redaktur TVRINews





