JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Pemerintah Kota Jakarta Timur memberikan insentif kepada warga yang membantu operasi penangkapan ikan sapu-sapu disambut positif oleh masyarakat.
Warga menilai kebijakan tersebut dapat membantu menambah penghasilan sekaligus mendorong pengendalian populasi ikan yang dinilai sebagai hama di aliran sungai.
Tedy (53), salah satu warga yang kerap mencari ikan sapu-sapu, berharap rencana tersebut segera terealisasi agar dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: DPRD DKI Soroti Potensi Siomay Berbahan Ikan Sapu-sapu, Minta Pengawasan Diperketat
"Itu hama juga, ya kan kami juga secara enggak langsung bantu basmi ikan kan. Ya, namanya ikan enggak bakalan habis," kata Tedy saat ditemui di Kramat Jati, Jumat (17/4/2026).
Tedy mengungkapkan dirinya telah mencari ikan sapu-sapu di aliran Kali Ciliwung selama sekitar 15 tahun. Menurut dia, setiap hari ia bisa mendapatkan hingga 100 kilogram ikan.
Ia menceritakan, ikan sapu-sapu yang diperoleh biasanya dijual kepada pengepul untuk diolah menjadi bahan makanan hingga pakan hewan seperti bebek dan lele.
"Besar 100 kilogram, tapi kita jual cuma 30 gram daging saja seharga Rp 15.000-Rp 20.000 per kilogram. Kalau kami jual mentah per ekor enggak ada yang mau. Harus sudah dalam bentuk daging bisa dijual," jelas Tedy.
Ia menilai rencana pemberian insentif akan memudahkan warga yang selama ini harus mengolah ikan sapu-sapu sebelum dijual.
"Mending itulah (insentif), kami nggak capek motong dong. Ya kan? Kami enggak capek-capek nyengget, capek motong, jadinya sistem langsung kubur." Jelas Tedy.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Timur berencana memberikan insentif kepada warga yang membantu operasi penangkapan ikan sapu-sapu.
"Bagi masyarakat mungkin yang melakukan penangkapan (Ikan sapu-sapu), nanti bisa atau tidak untuk diganti dengan nilai, keuangan gitu," jelas Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Munjirin mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait rencana pemberian insentif tersebut.
Baca juga: Ikan Sapu-sapu Kerap Dipakai untuk Siomay, Rumah Produksi Akan Disidak
"Nah, nanti coba kami akan bicarakan bersama dengan Pak Wakil, Pak Sekko, para Asisten, dengan Baznas Bazis Jakarta Timur," jelasnya.
Selain membersihkan ikan sapu-sapu di kali wilayah Jakarta Timur, pihaknya juga akan mengawasi peredaran ikan sapu-sapu agar tidak diolah menjadi makanan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan atau mengonsumsi ikan sapu-sapu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





