Jakarta, VIVA – Gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah menyebabkan kelangkaan fluoride untuk air minum di Amerika Serikat. Kondisi ini memaksa sejumlah sistem penyedia air menurunkan kadar fluoride karena keterbatasan pasokan bahan kimia.
Kota Baltimore menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Sistem air publik di wilayah tersebut menurunkan kadar fluoride dari 0,7 miligram per liter menjadi 0,4 mg/L setelah pasokan dari pemasok berkurang.
Direktur Departemen Pekerjaan Umum Baltimore, Matthew Garbark, mengatakan bahwa pengiriman bahan kimia kini berkurang. “Kami diberi tahu bahwa pemasok kami akan mengurangi pasokan dari tiga pengiriman per bulan menjadi dua,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari NPR, Jumat, 17 April 2026.
Kelangkaan ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan hydrofluorosilicic acid, bahan kimia utama untuk fluoridasi air. Zat tersebut umumnya diproduksi di luar negeri dan bergantung pada rantai distribusi global.
Pejabat Association of Metropolitan Water Agencies, Dan Hartnett, menjelaskan bahwa produksi di salah satu pemasok utama terganggu akibat konflik. “Sejauh yang kami pahami, salah satu pemasok utama di Israel kehilangan sejumlah karyawan untuk sementara waktu karena mereka dipanggil untuk bertugas di militer Israel,” ujarnya.
“Hal itu pada dasarnya menghentikan produksi di fasilitas mereka di Israel. Mereka tidak memproduksi asam tersebut dan tidak dapat mengirimkannya.”
Dampak gangguan ini mulai meluas ke berbagai wilayah. Sistem air di beberapa daerah lain juga menghadapi tekanan serupa dan mulai melakukan penghematan penggunaan bahan kimia.
Direktur produksi WSSC Water, Ben Thompson, mengatakan pihaknya juga mengurangi penggunaan fluoride karena ketidakpastian pasokan. “Kami mencoba memperpanjang penggunaan pasokan yang ada, karena belum diketahui sejauh mana atau berapa lama kondisi ini akan berlangsung,” katanya.
WSSC Water juga menerima pemberitahuan bahwa pasokan bahan kimia akan berkurang sekitar 20 persen akibat kelangkaan nasional.
Perlu diketahui, sekitar 60 persen penduduk Amerika Serikat selama ini mengonsumsi air minum yang mengandung fluoride. Penambahan fluoride telah lama digunakan sebagai langkah kesehatan publik untuk mengurangi risiko gigi berlubang.
Fluoride sendiri sebenanya bukan komponen wajib dalam air minum, melainkan tambahan untuk manfaat kesehatan gigi. Namun, jika gangguan rantai pasok terus berlanjut, lebih banyak wilayah berpotensi mengalami kekurangan fluoride. Beberapa daerah bahkan sempat mempertimbangkan penghentian sementara fluoridasi sebelum pasokan kembali normal.





