REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR, – Debit Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, melonjak hingga mencapai status Siaga 3 pada Kamis malam. Kenaikan ini terjadi setelah tinggi muka air (TMA) mencapai 90 sentimeter pada pukul 22.45 WIB.
Pelaksana Bendung Katulampa, Andi Sudirman, melaporkan bahwa TMA sempat berada pada level normal 30 sentimeter dari sore hingga malam hari. Namun, pada pukul 22.00 WIB, TMA meningkat menjadi 60 sentimeter dengan debit 47.659 liter per detik, berstatus Siaga 4. Hanya dalam 45 menit, TMA kembali naik menjadi 90 sentimeter dengan debit 113.417 liter per detik, mengubah status menjadi Siaga 3.
Sebelumnya, sejak pukul 15.00 WIB, kondisi Bendung Katulampa relatif stabil dengan TMA 30 sentimeter dan status normal, meskipun cuaca berubah dari terang menjadi hujan. Data mencatat, dari pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB, TMA tetap di 30 sentimeter dengan status normal dan curah hujan pada pagi hingga siang hari tercatat nihil.
Perubahan cuaca yang signifikan terjadi pada malam hari dengan intensitas hujan yang meningkat, memicu kenaikan debit air secara cepat di hulu Sungai Ciliwung. Kondisi ini turut mempengaruhi pintu intake saluran induk Katulampa, di mana tinggi muka air stabil di kisaran 30 hingga 40 sentimeter dengan debit 2.248 liter per detik.
Peningkatan status menjadi Siaga 3 di Bendung Katulampa berpotensi berdampak pada wilayah hilir Sungai Ciliwung, termasuk kawasan Jakarta. Oleh karena itu, masyarakat di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.