Avtur Meroket, Garuda dan Saudia Tuntut Tambahan Rp 7–8 Juta per Jemaah Haji

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah meroketnya harga avtur imbas konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), maskapai penerbangan haji, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines meinta kenaikan harga tiket.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan Garuda meminta tambahan biaya sekitar Rp 7 juta per jemaah, sementara Saudia mengajukan kenaikan sebesar US$ 485 atau sekitar Rp 8,29 juta per jemaah (kurs Rp 17.100).

"Garuda hitungnya mereka minta tambahan Rp 7 juta sekian per jemaah, dan sementara Saudia minta US$ 485 per jemaah tambahan," ungkap Irfan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (17/4).

Berdasarkan perhitungan, tambahan biaya yang diperlukan untuk mengakomodasi permintaan maskapai tersebut maksimal sebesar Rp 1,77 triliun. Namun, angka ini bisa ditekan.

Irfan menegaskan pemerintah belum tentu menyetujui permintaan tersebut. Saat ini, perundingan masih berlangsung untuk menekan biaya, terlebih harga minyak mentah yang fluktuatif.

"Dan tentu kita tidak akan minta sekian juga dituruti karena kita akan melakukan perundingan ini yang bener berapa anggarannya, Rp 1,77 triliun adalah angka yang bisa maksimal diajukan, nanti akan kita dirundingkan lagi sebenarnya berapa yang harus ditutup oleh kita," papar Irfan.

"Insyaallah ada kemungkinan ada bisa turun lagi. karena mereka berdasarkan pada harga avtur, kan sekarang harga avtur kan turun. Mereka ajukan ini saat sebelum gencatan senjata, pada saat angka harga minyak sedang berada di titik puncaknya," jelasnya menambahkan.

Baca Juga: OJK Prediksi Premi Asuransi Perjalanan Naik Saat Musim Haji

Baca Juga: RI–Arab Saudi Jajaki Kolaborasi Ekraf, dari World Expo hingga Ekosistem Haji-Umrah

Sebagai informasi, kenaikan harga Avtur di Indonesia diperkirakan mencapai 70% untuk penerbangan domestik dan 80% untuk penerbangan internasional mulai 1 April 2026. 

Dan saat ini harga avtur rata-rata antara Rp 22.707,92 hingga Rp 25.632,39 per liter, setelah mengalami kenaikan sebesar 72,45 persen dari harga sebelumnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amunisi Menipis karena Perang, AS Minta Produsen Mobil Bikin Senjata
• 5 jam laludetik.com
thumb
Farrel Buktikan Anak Muda RI Bisa Jadi Pemain Energi Internasional
• 9 jam laludisway.id
thumb
Jadi Tersangka Korupsi, Ketua Ombudsman Hery Susanto Punya Harta Rp4,1 Miliar
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Kadis ESDM Jatim Aris Mukiyono Ditetapkan Tersangka Dugaan Pungli Perizinan
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Satpol PP Surabaya Jaring 20 Pelaku Vandalisme Sejak Januari 2026
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.