Steven Wongso Buka Suara Soal Kontennya yang Kontroversial, Ngaku Kesepian Jadi Alasan

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Konten kreator Steven Wongso akhirnya angkat bicara terkait konten-konten yang menuai kontroversi. Ia mengakui bahwa dirinya memang sengaja membuat konten yang memancing perhatian publik.

Sebelumnya, Steven sempat disorot karena membuat konten yang menyamakan orang bertubuh gemuk dengan anjing. Konten tersebut menuai kritik karena dianggap merendahkan dan tidak sensitif.

Tak hanya itu, ia juga membuat konten lain yang menyebut penjual martabak manis sebagai pihak yang “berdosa”. Pernyataan tersebut bahkan disandingkan dengan analogi penjual narkoba karena kandungan gula dalam martabak.

Konten-konten tersebut pun langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet yang mengecam, namun tak sedikit pula yang ikut terlibat dalam perdebatan.

“Jujur bisa dibilang ini saya cari masalah sendiri. Karena (konten) orang gendut itu nggak rame, saya pikir bikin konten UGC kali ya biar ramai," ujarnya dikutip dari YouTube @corbuzier pada Jumat (17/4/2026).

Ia juga mengungkapkan kondisi pribadinya yang melatarbelakangi pembuatan konten tersebut. Steven mengaku merasa kesepian saat tinggal sendiri di Jakarta.

“Jujur sih saya kesepian, bukan nyari atensi. Saya di Jakarta kan sendiri, kesepian juga jadi emang pengen komentar rame," ungkapnya.

Meski begitu, ia membantah bahwa dirinya sengaja mencari perhatian publik. Menurutnya, tujuan utamanya hanya ingin meramaikan interaksi di kolom komentar.

“Tapi kalau game attention saya enggak kepikiran. Kalau itu sumpah demi apapun saya enggak kepikiran ke sana, cuma pengen rame, soalnya sepi kalau malam,” katanya.

Steven menambahkan bahwa rasa sepi yang dirasakannya sering muncul terutama di malam hari. Hal itu mendorongnya untuk membuat konten yang bisa memancing respons banyak orang.

“Kesepian gitu, maksudnya kan aku sendirian di Jakarta ya aku ngerasa (konten) ini bisa mengedukasi orang-orang lain tanpa menjatuhkan martabak,” tuturnya.

 

Ia juga menilai bahwa konten soal martabak tidak akan berdampak besar terhadap penjualan. Bahkan, ia menganggap konten tersebut sebagai bentuk inovasi.

“Aku mikirnya martabak enggak akan ngefek gimana-gimana secara penjualan, saya yakin itu. Maksudku pengen inovasi juga gitu-gitu,” ucapnya.

Di sisi lain, Steven mengaku ingin menguji respon media terhadap konten yang ia buat. Ia merasa media sering mengangkat hal-hal yang menurutnya kurang penting.

“Sebenarnya aku pengen ngebit media, karena aku yakin media itu ngeliput hal-hal yang enggak penting, mau ngebit media bukan nyari attention,” jelasnya.

Sementara itu, terkait konten tentang orang bertubuh gemuk, Steven mengaku memiliki niat tertentu. Ia menyebut ingin memberikan pesan yang lebih tegas meski caranya diakui keliru.

“Kalau masalah gendut, murni aku mau ngasih tahu, itu salah sih aku nguruisn orang lain. Saya pikir dengan lebih nampar, orang lebih termotivasi, karena dulu orang tua saya juga kayak gitu,” tutupnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
25 Rumah Terbakar di Ciledug, Damkar Padamkan Api Enam Jam
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gebrakan Dedi Mulyadi: 5 Program Prioritas Jabar 2027, Warga Miskin Jadi Fokus Utama
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Kotabaru Tekankan Optimalisasi Penyerapan Anggaran
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Emiten TP Rachmat Dharma Polimetal (DRMA) Bagi Dividen Rp70 per Saham
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Metro Sebut Ada Dua Laporan terhadap Feri Amsari
• 23 menit laluokezone.com
Berhasil disimpan.