Grid.ID - Selebgram Clara Shinta menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah hukum lanjutan dengan melayangkan somasi balik kepada Tri Indah, sosok yang diduga terlibat sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya dengan Muhammad Alexander Assad.
Clara mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim kuasa hukum telah lebih dulu merespons somasi yang dilayangkan pihak Indah, yang berisi tuntutan ganti rugi sebesar Rp10,7 miliar. Kini, ia bersiap untuk melakukan perlawanan melalui jalur hukum.
“Alhamdulillah kalau somasi sudah dijawab sama kuasa hukum saya, Bang Sunan. Sudah ada jawaban untuk ke pihak Indah. Tapi kalau untuk somasi balik akan diproses juga,” ujar Clara Shinta saat ditemui di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Kamis (16/4/2026).
Clara menjelaskan bahwa dirinya memilih untuk mengikuti tahapan hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa menjawab somasi dan mengajukan somasi balik merupakan dua hal yang berbeda dan harus dilakukan secara berurutan.
“Ternyata saya baru mendapatkan fakta bahwa ternyata jawaban somasi dengan mensomasi itu beda. Jadi kita jawab dulu baru nanti ada langkah untuk mensomasi,” jelasnya.
Terkait isi somasi balik yang akan diajukan, Clara menyebut langkah tersebut bertujuan untuk membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia juga menyinggung adanya dukungan dari sejumlah ahli hukum terhadap tindakannya, termasuk aktivitasnya di media sosial.
“Kalau somasi balik menjawab bantahan pastinya. Saya tidak mau membenarkan diri saya meskipun orang bilang saya korban, enggak seperti itu juga," kata Clara Shinta.
"Saya itu ada kesalahan mungkin mem-posting, tapi ternyata hukum ini juga banyak lawyer-lawyer yang sedang mendukung saya dan mengatakan bahwa sebenarnya hukum itu tidak se-strict itu gitu loh. Mereka juga bisa memandang perbuatan saya ini karena ada tindakan kejahatan sebelumnya loh,” paparnya.
Saat disinggung mengenai nilai tuntutan yang akan diajukan, Clara menegaskan bahwa dirinya tidak berorientasi pada keuntungan materi. Ia lebih mengutamakan keadilan atas apa yang ia alami serta ketenangan bagi keluarganya.
“Tuntutan saya itu kalau untuk delik hukumnya saya itu kurang paham. Tapi saya sih nuntut yang sewajarnya saya aja sih dengan posisi saya gitu, yang maksudnya saya merasa dirugikan gitu. Dan saya tidak mau take benefit mencari keuntungan, saya enggak perlu itu. Sebenarnya saya cuma butuh keluarga saya utuh aja sih,” ungkapnya.
Clara juga mengakui bahwa permasalahan ini memberikan dampak besar terhadap kondisi psikologisnya. Ia mengalami trauma mendalam yang turut memengaruhi keutuhan rumah tangganya. Hilangnya rasa percaya terhadap pasangan menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih berpisah.
“Kalau trauma pastilah, hilangnya kepercayaan terhadap suami itu juga menjadi salah satu alasan saya untuk berpisah gitu. Karena dilanjutkan lagi juga saya sudah enggak percaya. Setiap kali dia mau pergi ke mana saya deg-degan, setiap kali masuk ya deg-degan aja, jadi trauma lah pasti,” tutup Clara. (*)
Artikel Asli




