Halal Bihalal Asparagus Nasional XVI di Yogya, Gus se-Indonesia Konsolidasi Jaga Moral dan Persatuan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN -- Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tuan rumah sekaligus titik temu para kiai muda dari seluruh penjuru Indonesia dalam gelaran Halal Bihalal Aspirasi Para Gus (Asparagus) Nasional XVI yang diselenggarakan Rabu (15/4/2026), malam. Ketua Panitia Halal Bihalal Asparagus Nasional XVI, Gus Misbahul Munir menyampaikan forum tahunan ini tidak sekadar ajang silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi lintas kalangan mulai dari kalangan pesantren, birokrat, hingga politikus yang melebur jadi satu dalam Asparagus tanpa sekat identitas.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang terus berpindah dari satu daerah ke daerah lain dan tahun ini, Yogyakarta dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan para gus se-Indonesia yang mengedepankan nilai persatuan. "Halal bihalal Asparagus ini Insya Allah yang ke XVI, dan kita selalu keliling dari daerah ke daerah dan kebetulan pada tahun ini kita adakan di Jogja," ujarnya saat dijumpai di sela-sela acara, Rabu malam.

Baca Juga
  • Embarkasi Yogyakarta Siap Beroperasi Perdana, Calon Jamaah Haji Mulai Masuk Asrama 21 April 2026
  • PBN Resmi Dibentuk di Yogyakarta, Ahsanul Haq Pimpin Konsolidasi Kekuatan Diaspora Bawean Global
  • Jenazah Praka Farizal Tiba di Yogyakarta, Keluarga Sepakat Dimakamkan di TMP Giripeni
Gus Misbahul menjelaskan, Asparagus bukanlah sebuah asosiasi formal, melainkan forum aspirasi yang mempertemukan para gus dari berbagai latar belakang. Dalam forum ini, seluruh peserta diminta meninggalkan identitas sektoral demi membangun kebersamaan. Semangat utama Asparagus adalah menjaga tradisi silaturahim sebagai perekat di tengah dinamika perbedaan, termasuk dalam kontestasi politik.

"Jadi Asparagus ini adalah forum silaturahmi dari semua Gus-Gus yang ada di Indonesia ini. Yang diharapkan ini adalah sesuai dengan motto yang ada di Asparagus. Mottonya adalah menjalin silaturahmi, menjaga tradisi. Jadi kita ini boleh beda partai, kita boleh saling sikut-sikutan sampai beberapa tahun pun, apalagi dalam momen-momen tahun politik, tapi dalam Asparagus ini adalah pemersatu," ucapnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Selain sebagai ruang temu, forum ini juga menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat. Para gus yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dinilai memiliki pemahaman konkret terhadap persoalan di lapangan. Dia juga menegaskan komitmen para gus untuk menjaga keutuhan bangsa serta mendukung pemerintah dalam menghadapi tantangan global, mulai dari ekonomi hingga stabilitas keamanan.

"Secara otomatis siapapun pemerintahannya, kita akan mendukung, kita akan membantu Terutama dalam situasi globalisasi ini dalam perekonomian, dalam keamanan stabilitas dan segalanya. Kita, para Gus-Gus Yang ada di daerah masing-masing ingin dan akan senantiasa tetap komitmen untuk menjaga NKRI," ujarnya.

Acara Halal Bihalal Aspirasi Para Gus (Asparagus) Nasional XVI yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Yogyakarta, Rabu (15/4/2026), malam. - (Republika/ Wulan Intandari.)

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf yang hadir dalam acara ini mengingatkan pentingnya menjaga standar moral dan etika dalam lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Dia menyoroti fenomena munculnya figur yang mengklaim diri sebagai kiai tanpa memenuhi standar yang seharusnya. 

"Era milenial ini era milenial ini mulai muncul banyak orang, sebetulnya gak pantes jadi kiai minta dianggap kiai," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari persoalan besar yang tengah dihadapi NU, terutama di tengah besarnya organisasi dengan ribuan lembaga pendidikan dan pesantren yang berdiri secara mandiri. Menurutnya, belum adanya sistem yang terintegrasi membuat standar identitas ke-NU-an menjadi kabur, ditambah lagi belum terbangunnya sistem yang mampu mengonsolidasikan ribuan lembaga pendidikan dan pesantren yang mengatasnamakan NU. 

Dalam kesempatan ini, Gus Yahya menekankan pentingnya mengembalikan makna sebutan “Gus” dan “Kyai” agar sesuai dengan nilai intrinsik yang diwariskan para pendahulu.

"Kita perlu mengkonsolidasikan bagaimana kembali, supaya standar dari sebutan-sebutan itu didekatkan kembali kepada nilai nilai intrinsik yang ada sebelumnya. Bagaimana supaya Kalau disebut Kiai Itu standarnya semakin dekat kepada Kiai-Kiai para pendahulu kita. Kalau disebut Gus itu juga bukan cuma gandulan tapi betul-betul mendekati kualitas," ungkapnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas di Gerai Pegadaian Kompak Turun pada 17 April 2026, Mau Beli?
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Indonesia kalah 0-1 dari Malaysia pada laga kedua Piala AFF U-17
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Bikin 14 Kapal Balik Arah, AS Kini Bantah Blokade Selat Hormuz
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Fans K-Pop Kumpul, KARD Bakal Gelar Konser DRIFT di GBK Juni 2026, Intip Yuk!
• 23 jam laluherstory.co.id
thumb
Kejagung Ciduk Ketua Ombudsman, DPR: Tindak Lanjut Perintah Prabowo Berantas Korupsi Tambang
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.