Pengiriman Nafta Capai 50 Hari Imbas Geopolitik, CPO Dibidik Jadi Alternatif Bahan Baku Plastik

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Gejolak geopolitik di Selat Hormuz telah menyebabkan distorsi pada struktur harga produk plastik di dalam negeri.

Pengiriman Nafta Capai 50 Hari Imbas Geopolitik, CPO Dibidik Jadi Alternatif Bahan Baku Plastik. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan gejolak geopolitik di Selat Hormuz telah menyebabkan distorsi pada struktur harga produk plastik di dalam negeri. Penyesuaian harga dimungkinkan terjadi akibat kenaikan biaya logistik dan freight pelabuhan, pengenaan surcharge premium serta terganggunya waktu pengiriman bahan baku dari luar negeri.
 
“Waktu pengiriman yang sebelumnya rata-rata sekitar 15 hari, saat ini dapat meningkat hingga 50 hari. Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan beban biaya produksi,” ujar Agus usai bertemu pelaku industri hulu petrokimia, industri antara, industri hilir, hingga industri daur ulang plastik, dikutip Jumat (17/4/2026).

Pemerintah, lanjut Agus, akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan bahan baku nasional dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan sektor energi, termasuk bahan bakar kendaraan bermotor, dan kebutuhan bahan baku industri petrokimia.
 
Dalam pertemuan juga terungkap potensi pengembangan bahan baku substitusi nafta dari sumber alternatif domestik, antara lain crude palm oil (CPO). Meski dari sisi harga masih relatif tinggi, opsi tersebut dinilai layak untuk terus dieksplorasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi bahan baku dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
 
“Kita harus melihat seluruh potensi sumber daya nasional yang bisa menjadi alternatif bahan baku industri petrokimia, termasuk CPO, meskipun tantangan keekonomiannya masih perlu dihitung secara matang,” tutur Agus.

Baca Juga:
Kemendag Alihkan Sumber Bahan Baku Plastik ke AS dan Afrika Imbas Konflik Timur Tengah

Agus juga menyampaikan, dari pertemuan dengan pelaku industri tersebut terungkap optimisme terhadap ketersediaan stok plastik di dalam negeri. 

“Dari hasil pertemuan, kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garis bawahi kata seharusnya, karena pemerintah tetap akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat yang berdampak terhadap produksi dan stok subsektor ini,” kata Agus.

Baca Juga:
Kumpulkan Industri Hulu-Hilir Plastik, Menperin Jaga Pasokan di Tengah Dinamika Geopolitik

Selain itu, industri yang hadir juga menyatakan komitmennya untuk menjaga kesinambungan suplai plastik, khususnya bagi pelaku industri kecil, agar produk-produk mereka tetap kompetitif di pasar.
 
Agus juga menyampaikan bahwa dalam kondisi geopolitik saat ini, persaingan memperoleh bahan baku petrokimia antarnegara diperkirakan akan semakin ketat. Karena itu, pelaku industri mengusulkan agar Indonesia dapat mengakses bahan baku yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dan daya saing produknya.
 
“Kemenperin akan terus hadir bersama pelaku industri dalam menjaga ketahanan sektor manufaktur nasional menghadapi dinamika global,” kata dia.
 
(NIA DEVIYANA)

Baca Juga:
Penggunaan Plastik di Indonesia Tetap Tinggi Meski Harganya Kini Mahal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apel Siaga Karhutla 2026, Menko Polkam Dorong Sinergi Nasional
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Minim Fasilitas, JPO Lenteng Agung Tak Ramah Disabilitas dan Lansia
• 5 jam laludetik.com
thumb
Link Live Streaming Bhayangkara FC Vs PSIM, Mulai Sore Ini Jam 15.30 WIB
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Asrama Polri di Kalideres Terbakar, Sehari Sebelumnya 20 Rumah di Asrama Polri Ciledug
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital
• 9 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.