Tok! Bahlil Sebut Impor Minyak Mentah dari Rusia Dieksekusi Bulan Ini

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor minyak mentah (crude) dari Rusia bakal dieksekusi pada April ini. Dia menekankan bahwa usai negosiasi, minyak mentah akan segera dikirim ke Tanah Air.

"Kalau untuk crude [eksekusinya] mungkin bulan-bulan ini bisa," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Sementara untuk impor LPG, pihaknya masih melakukan tawar menawar dengan Negeri Beruang Merah. Dia mengklaim, kesepakatan jual beli LPG telah memasuki tahap finalisasi.

Kendati demikian, Bahlil belum bisa mengungkapkan berapa volume impor crude serta LPG yang bakal disepakati. Adapun untuk harga, dia mengatakan bahwa akan dinamis mengikuti harga pasar dan sesuai kesepakatan kedua negara.

"Saya gak bisa menjelaskan volume-nya. Yang penting saya, sebagai pemerintah, atas arahan Bapak Presiden, memastikan bahwa seluruh kebutuhan kita, krut kita, itu tersedia, dan kita harus cari untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani," tutur Bahlil.

Indonesia dipastikan memperoleh minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari kerja sama energi jangka panjang antara kedua negara.

Dalam kesempatan terpisah, Bahlil mengungkapkan, Indonesia saat ini masih menghadapi defisit pasokan minyak sehingga harus mengimpor. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara lifting minyak domestik hanya berkisar 600.000–610.000 barel per hari.

“Artinya, kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day. Dalam kondisi global seperti ini, kita harus mencari sumber dari berbagai negara,” jelasnya usai melaporkan hasil kunjungan kerjanya kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (16/4/2026).

Dalam pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov dan utusan khusus Presiden Putin, kata Bahlil, Indonesia mendapatkan sinyal positif terkait pasokan minyak mentah. Selain itu, Rusia juga menyatakan kesiapan untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia. 

“Kabarnya cukup menggembirakan, kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia dan mereka siap membangun beberapa infrastruktur penting untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional,” kata Bahlil.

Selain minyak mentah, pemerintah juga menjajaki kerja sama impor LPG. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG per tahun. Diversifikasi sumber pasokan terus dilakukan guna mengurangi ketergantungan pada negara tertentu. 

“Untuk LPG masih butuh dua sampai tiga tahap komunikasi lagi. Tapi untuk crude saya pikir sudah hampir final,” ujarnya. 

Bahlil menegaskan, kebijakan pengadaan energi dilakukan berdasarkan kepentingan nasional, tanpa terikat pada satu negara tertentu, termasuk di tengah dinamika hubungan dagang global. 

“Kebutuhan crude kita sekitar 300 juta barel per tahun, jadi kita ambil mana yang paling menguntungkan untuk negara,” tegasnya.

Baca Juga

  • Bahlil Sebut Rencana Impor Minyak Rusia Hampir Final, LPG Masih Negosiasi
  • RI Ajukan Permintaan Impor Minyak ke Rusia, Beralih dari AS dan Australia?
  • Menimbang Untung Rugi Impor Minyak dari Rusia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata Kapolda Jambi soal Pelarian Alung: Sempat Sembunyi di Masjid Mapolda
• 3 jam laludisway.id
thumb
Bank bjb hadirkan promo lari Suroboyo 10K lewat skema tabungan
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Harga BBM Hari Ini di Bandung, Ini Daftar Lengkap dan Titik SPBU BP & Vivo
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Trump Kembali Picu Kontroversi Lewat Unggahan Gambar AI Bersama Yesus
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Didukung Anne Avantie, Doa 40 Harian Vidi Aldiano Siap Digelar di Masjid Nurul Hidayah
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.