Sejumlah ekonom memprediksi bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) akan mengalami kenaikan akibat melonjaknya harga minyak dunia dan pelemahan rupiah imbas konflik di Timur Tengah.
Salah satunya, pakar ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo, memperkirakan harga BBM nonsubsidi di Indonesia akan naik sekitar 5–10 persen mulai April 2026. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, bahkan memprediksi kenaikan bisa mencapai Rp2.000 per liter.
Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap stabil demi menjaga daya beli masyarakat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, saat ini PT Pertamina (Persero) menanggung selisih harga BBM.
"Sementara, sepertinya Pertamina (yang menanggung), sementara ya," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta.
Menurut Purbaya, kondisi keuangan Pertamina saat ini masih cukup kuat untuk menopang kenaikan harga minyak dalam jangka pendek, didukung oleh pembayaran subsidi dan kompensasi dari pemerintah yang berjalan lancar.
"Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar, dan kompensasi kita bayar tiap bulan 70 persen terus menerus," ujarnya.
Dengan skema tersebut, likuiditas Pertamina tetap terjaga sehingga mampu menahan beban selisih harga BBM tanpa langsung membebani anggaran negara. "Jadi keuangan Pertamina amat baik, untuk absorb itu jangka waktu pendek enggak masalah," katanya.
Sementara itu, untuk harga BBM pada 17 April 2026 dipastikan tetap stabil dan tidak ada perubahan mengikuti daftar harga yang berlaku sejak awal April 2026.
Berikut rincian harga BBM Pertamina di seluruh SPBU Indonesia per 17 April 2026:
1. BBM Subsidi (Nasional)
- Pertalite: Rp10.000 per liter.
- Biosolar (Solar Subsidi): Rp6.800 per liter.
2. Jawa, Bali, NTB
- Pertamax: Rp12.300 per liter.
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter.
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter.
- Dexlite: Rp14.200 per liter.
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter.
3. Aceh, Sumut, Jambi, Sumsel, Lampung
- Pertamax: Rp12.600 per liter.
- Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter.
- Dexlite: Rp14.500 per liter.
- Pertamina Dex: Rp14.800 per liter.
4. Sumbar, Riau, Kepulauan Riau
- Pertamax: Rp12.900 per liter.
- Pertamax Turbo: Rp13.650 per liter.
- Dexlite: Rp14.800 per liter.
- Pertamina Dex: Rp15.100 per liter.
Baca Juga: Perkuat Pasokan di NTB, Pertamina Patra Niaga Sandarkan 6.000 KL BBM di Ampenan
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku, Harga BBM Eceran Berangsur Turun
5. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua
- Pertamax: Rp12.600 per liter.
- Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter (Kecuali Maluku).
- Dexlite: Rp14.500 per liter.
- Pertamina Dex: Rp14.800 per liter.
6. Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone)
- FTZ Sabang (Pertamax): Rp11.550 per liter.
- FTZ Batam (Pertamax): Rp11.750 per liter.





