Matamata.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menegaskan komitmen teguh Indonesia dalam menolak segala bentuk penjajahan antarnegara. Hal itu disampaikan dalam pertemuan strategis dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Dubes Saudi, Jakarta, Kamis malam (16/4), tersebut membahas berbagai isu krusial, termasuk perkembangan dinamika di kawasan Timur Tengah.
"Indonesia adalah negara yang tidak membenarkan penjajahan karena melanggar prinsip hubungan internasional dan hak asasi manusia," tegas Anwar Iskandar dalam keterangan resminya.
Anwar menekankan bahwa nilai persaudaraan dan kekuatan umat Islam harus menjadi fondasi dalam mewujudkan kehidupan yang damai. Menurutnya, konflik bersenjata hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil.
"Pada hakikatnya kita semua adalah saudara. Menghilangkan nyawa manusia sangat dilarang dalam ajaran agama. Karena itu, peperangan harus segera dihentikan," imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Duta Besar Faisal Abdullah Al Amoudi mengapresiasi konsistensi MUI dalam menyikapi konflik di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut hubungan Indonesia dan Arab Saudi memiliki ikatan batin yang kuat.
"Sikap MUI tidak diragukan, selalu berdiri bersama Kerajaan Arab Saudi. Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar, sementara Arab Saudi merupakan tempat turunnya wahyu dan rumah bagi kota-kota suci," ujar Dubes Faisal.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. Sementara dari jajaran pimpinan MUI, hadir Wakil Ketua Umum KH Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum Misbahul Ulum, serta Ketua Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh. (Antara)




