JAKARTA, KOMPAS.TV — Harapan baru pengobatan kanker berbasis bahan alam muncul dari riset dalam negeri. BRIN mengembangkan formula kombinasi ekstrak kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam yang menunjukkan aktivitas kuat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker pada uji laboratorium.
Temuan ini membuka peluang pengembangan obat herbal terstandar, meski masih memerlukan rangkaian uji lanjutan sebelum dapat digunakan pada manusia.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Rizal Maarif Rukmana bersama tim dari Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Organisasi Riset Kesehatan BRIN.
Baca Juga: Ancaman Kanker Kolorektal, Kenali Gejala dan Pentingnya Deteksi Dini Melalui Tes FIT| BINCANG KITA
Riset ini dilatarbelakangi tingginya kasus kanker global yang telah mencapai lebih dari 32,6 juta, sehingga mendorong pencarian alternatif terapi yang lebih aman, efektif, dan mudah diakses masyarakat.
Dalam penelitian ini, para peneliti memanfaatkan tiga bahan alam yang telah lama dikenal memiliki potensi farmakologis, yakni kunyit (Curcuma longa L.), daun sirsak (Annona muricata L.), dan bekatul beras hitam (Oryza sativa L.).
Kunyit dan daun sirsak diketahui memiliki aktivitas antikanker, sementara bekatul beras hitam kaya akan senyawa bioaktif yang dapat mendukung efek terapeutik.
Rizal menjelaskan, bahan-bahan tersebut diekstraksi menggunakan metode maserasi selama 3x24 jam.
Proses karakterisasi ekstrak dilakukan melalui kromatografi lapis tipis (KLT) serta Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS).
Selanjutnya, formula kombinasi disusun menggunakan metode simplex lattice design (SLD) dengan bantuan perangkat lunak Design Expert untuk mendapatkan komposisi paling optimal.
“Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan metode MTT assay terhadap sel kanker payudara T47D, sel kanker kolon WiDr, serta sel normal Vero. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam mengandung senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan steroid yang berperan dalam aktivitas antikanker,” ujar Rizal dikutip dari laman resmi BRIN.
Baca Juga: BRIN Waspadai Kembalinya Wabah Pes di Indonesia, Ini Penjelasannya
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan komposisi optimal untuk masing-masing jenis kanker.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BRIN antikanker
- kunyit antikanker
- daun sirsak kanker
- bekatul hitam manfaat
- riset kanker Indonesia
- obat herbal kanker





