Wamen LH Ajak Pengembang Ikut Uji Coba Registri Karbon Baru untuk Percepat Perdagangan

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengajak pengembang proyek karbon mengikuti uji coba Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) guna mempercepat implementasi perdagangan karbon di Indonesia.

Uji Coba SRUK Didorong Segera

Diaz menyampaikan bahwa SRUK ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 sesuai arahan pemerintah.

"SRUK target operasinya bulan Juli, sesuai dengan arahan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, jadi kalau ada project developers yang sudah siap project design document (PPD)-nya, sekarang sudah bisa lakukan uji coba, untuk memasukkan data dalam registri tersebut," ujarnya.

Ia menekankan partisipasi pengembang dalam tahap uji coba penting agar sistem siap digunakan saat peluncuran resmi.

"Kita butuh untuk terus dorong perdagangan karbon untuk membantu mengatasi masalah pendanaan dan kita pun sekarang masih dalam proses untuk berbagai hal, jadi kami butuh bantuan Bapak/Ibu untuk ikut berpartisipasi dalam tahap uji coba, sehingga saat diluncurkan, semuanya sudah tinggal jalan," kata Diaz.

Kesenjangan Pendanaan Iklim Masih Besar

Diaz menjelaskan perdagangan karbon menjadi salah satu solusi untuk menutup kesenjangan pendanaan iklim yang masih tinggi secara global.

"Masalahnya sekarang adalah pendanaan iklim, menurut studi, secara global kita membutuhkan 8,6 triliun dolar AS per tahun sampai tahun 2030," ungkapnya.

Ia menambahkan kebutuhan pendanaan global diproyeksikan meningkat hingga 10 triliun dolar AS, sementara realisasi saat ini baru sekitar 1,4 hingga 1,9 triliun dolar AS.

Di tingkat nasional, Indonesia masih membutuhkan sekitar Rp470 triliun per tahun untuk pembiayaan iklim hingga 2030, namun yang tersedia baru Rp76 triliun.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jeremy turut mengapresiasi langkah Indonesia dalam mengembangkan perdagangan karbon.

"Forum ini sesuai dengan amanat Presiden (Prabowo Subianto) untuk mengembangkan perdagangan karbon melalui kerja sama Indonesia dan Inggris, kami harap dukungan dari Inggris bisa berkelanjutan dan berjangka panjang," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Terima Diisukan Cerai, Fairuz A. Rafiq Ultimatum Puluhan Akun Media Sosial
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Banyak yang Tidak Sadar, 5 Kesalahan Investor Pemula saat Krisis Ini Bisa Bikin Rugi Besar!
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
DJP Rampungkan Aturan Baru Restitusi Pajak untuk Tingkatkan Akurasi
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Exco PSSI Menilai Timnas Indonesia Saat Ini yang Terbaik Sepanjang Sejarah: Optimistis Tembus Piala Dunia 2030
• 11 jam lalubola.com
thumb
Jelang Gencatan Senjata Berakhir, AS Kirim Lebih dari 60 Ribu Tentara ke Timur Tengah
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.