Mae Karaeng, Musisi Folk Asal Toraja Rilis Lagu Banno-Banno: Makna Mendalam di Balik Rintik Hujan

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, TORAJA – Musisi folk-pop akustik asal Toraja, Mae Karaeng, resmi merilis single terbaru bertajuk “Banno-Banno” atau yang berarti “Rintik-Rintik Hujan”. Karya berbahasa Toraja ini bukan sekadar lagu biasa, melainkan sebuah narasi tentang perjalanan jiwa dan kerinduan yang mendalam. Bertempat di kedainya, Allo Melo, Kota Rantepao, musisi yang akrab disapa Kak Memen ini mengungkapkan bahwa lagu tersebut merupakan representasi dari persatuan perbedaan para seniman yang terlibat di dalamnya.

Eksplorasi musikal ini menjadi bukti bahwa bahasa daerah mampu menjadi medium universal yang menyentuh perasaan, meski pendengarnya tidak memahami liriknya secara harfiah.

Perjalanan Panjang

Pelantun lagu “Jembatan Waktu” ini menjelaskan bahwa lirik “Banno-Banno” menitikberatkan pada fase serius dalam hubungan manusia.

“Lagu ini tentang kerinduan dan maksud untuk menyatukan jiwa setelah menempuh perjalanan panjang bersama-sama menuju tahap yang lebih dalam dan serius,” tutur Kak Memen kepada harian.fajar.co.id, Jumat (17/4/2026) sore.

Menariknya, lagu ini telah menyentuh hati para perantau. Banyak dari mereka mengaku merasa tenang saat mendengarkan irama “Banno-Banno” meskipun hanya memahami sebagian kecil liriknya. Hal ini membuktikan keyakinan Mae Karaeng bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menembus batas ruang dan waktu.

Kolaborasi Lintas Daerah

Dalam proses produksinya, Mae Karaeng menggandeng sejumlah nama besar dari skena seni Toraja dan Makassar. Lirik lagu ini digarap bersama Arnold Souisa, seorang tenaga pengajar sekaligus pegiat budaya Toraja.

Untuk urusan aransemen, Mae berkolaborasi dengan band asal Makassar, Up Soul, yang digawangi oleh Tetta Karca (Drum), Elock Nugroho (Gitar), Aldiansyah Eppe’ (Keyboard), Edho Radha (Bass), dan Opay (Ritem). Sentuhan visualnya dikerjakan oleh Eto Linggi Allo, sementara proses mixing dan mastering dilakukan di Laboratorium Studio.

Eksplorasi Bakat dan Pesan untuk Anak Muda

Tidak berhenti di perilisan lagu, Mae Karaeng juga berencana merilis terjemahan bahasa Indonesia dalam waktu dekat. Selain itu, ia akan meluncurkan merchandise eksklusif yang bisa didapatkan di Toko Buku Loka Banne maupun secara daring.

Di akhir pertemuan, Mae memberikan pesan motivasi bagi para pemuda di Tana Toraja dan Toraja Utara untuk lebih percaya diri dalam berkarya.

“Ayo kita belajar dan berkarya. Di Toraja banyak musisi keren, tapi terkadang kita kurang pede. Membangun Toraja dengan hal positif melalui karya itu sangat penting,” pungkasnya. (edy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Industri Pindang Didorong Naik Kelas, Bidik Pasar Global
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pagi di Sungai Samping Plaza Indonesia: Petugas PPSU hingga Damkar Turun Lagi Tangkap Ikan Sapu-sapu
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Reaksi Dedi Mulyadi usai Bayar Pajak STNK Tanpa KTP, hingga Warga Jawa Barat Bisa Punya Rumah Layak dan Bagus
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Jemaah Haji Bawa Uang Rp 100 Juta Lebih Wajib Lapor Bea Cukai
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Minta Perum Bulog Serap 1 Juta Ton Jagung di Tahun 2026
• 58 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.