Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkap terdapat lahan potensial seluas 37.709 hektare (ha) yang dapat digunakan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid menjelaskan, penyediaan lahan tersebut krusial dalam rangka mendukung pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan serta pengembangan kota satelit baru.
Dalam penjelasannya, langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan di kota-kota besar sekaligus memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Data awal kami menunjukkan terdapat sekitar 129.764 hektare lahan yang teridentifikasi. Namun, yang benar-benar potensial untuk dimanfaatkan saat ini sekitar 37.709 hektare," kata Nusron dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, Nusron menyebut saat ini pihaknya tengah memetakan lahan potensial tersebut tersebar di lintas pulau, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Khusus untuk pengembangan kota satelit, Kementerian ATR/BPN mematok standar kebutuhan lahan minimal berkisar antara 30-120 hektare per lokasi.
Baca Juga
- Nusron Wahid Ungkap Peluang Pencabutan Izin Perusahaan Lain di Sumatra
- Nusron Wahid: Pemerintah Kuasai Kembali 4,09 Juta Ha Kawasan Hutan
- Nusron Wahid Wanti-wanti Pengembang Perumahan Setop Alih Fungsi Sawah
Sementara itu, pengembangan kawasan hunian tertentu yang lebih masif diperkirakan bakal menyerap lahan seluas 100 hektare atau lebih per titik.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut ketersediaan tanah dengan status clear and clean merupakan syarat mutlak agar percepatan pengembangan 3 Juta Rumah dapat tercapai.
"Kami memiliki konsep sederhana untuk melaksanakan program 3 Juta Rumah. Kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia," ungkap Maruarar.
Sebagaimana diketahui, pemerintah memang tengah mengakselerasi program 3 Juta Rumah pada tahun ini. Di mana, program ini merupakan bagian dari program strategis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Terbaru, Prabowo sempat melakukan kunjungan ke area padat permukiman di bantaran rel kereta api Kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (26/3/2026).
"Saya menyusuri permukiman di bantaran rel kereta api di Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Terletak sekitar 3 kilometer dari Pusat Kota Jakarta," kata Prabowo dalam akun Instagram resminya.
Prabowo memastikan akan mulai mempercepat pengembangan hunian layak khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dia mengaku bertekad untuk dapat menghadirkan hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Insyallah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk Masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia," ujarnya.





