Terkini, Makassar – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan (Kemenhaj Sulsel), Ikbal Ismail menghadiri grand opening Bursa Sajadah, di Jalan Aeroppala Kota Makassar, Jumat 17 April 2027.
Bursa Sajadah ini merupakan toko perlengkapan haji, umrah dan oleh-oleh khas timur tengah terlengkap di Kota Makassar dengan harga yang relatif terjangkau.
Toko Bursa Sajadah Makassar ini mengusung konsep one-stop shopping dengan menawarkan pengalaman berbelanja yang nyaman dan modern.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menemukan berbagai oleh-oleh khas Timur Tengah seperti kurma, kacang-kacangan, cokelat, parfum, hingga aneka souvenir.
Produk yang ditawarkan pun semakin variatif, termasuk pilihan dari Turki, India, hingga camilan khas dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran Ikbal Ismail pada grand opening didampingi oleh owner Bursa Sajadah Makassar, HM Aras, merupakan bentuk dukungan terhadap UMKM. Apalagi pihaknya terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji.
Ikbal Ismail, menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi mewujudkan “tri sukses haji”, khususnya pada sektor ekonomi.
“Grand opening ini menjadi bagian dari program Kementerian Haji dan Umrah. Salah satu tri sukses haji adalah bagaimana ekosistem ekonomi haji bisa berjalan dengan baik,” ujar Ikbal.
Ikbal menilai jumlah jamaah Indonesia yang besar merupakan potensi ekonomi yang harus dikelola agar manfaatnya kembali ke dalam negeri. Karena itu, Kemenhaj menghadirkan Bursa Sejadah untuk memenuhi kebutuhan jamaah, terutama oleh-oleh.
Ia menegaskan, jamaah kini tidak perlu lagi berbelanja di Mekkah atau Madinah. Bursa Sejadah telah menyediakan berbagai kebutuhan, mulai dari sajadah, kurma, hingga produk lainnya.
“Kami berharap jamaah umrah dan haji tidak perlu lagi repot belanja di sana. Semua sudah tersedia di sini,” jelasnya.
Ikbal mengungkapkan, jamaah Indonesia memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi haji, termasuk melalui pengiriman kargo. Ia menyebut kontribusi tersebut mencapai sekitar 60 persen.
Menurutnya, tingginya daya beli jamaah Indonesia membuat para pedagang di Mekkah dan Madinah mencari lokasi strategis yang dekat dengan mereka, termasuk jamaah asal Sulawesi dan Makassar.
Kondisi ini, lanjut Ikbal, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan belanja di luar negeri.
Muh Aras menambahkan, kehadiran toko ini menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan tempat lain, mulai dari variasi produk hingga harga yang kompetitif.
“Pilihan di sini jauh lebih banyak, harganya juga lebih bersaing, dan tentu memudahkan teman-teman yang bergerak di travel haji dan umrah untuk berbelanja kebutuhan mereka,” ujarnya.
Aras menyampaikan, pembukaan cabang ini sengaja dipercepat untuk menyambut musim haji 2026. Menurutnya, momentum ini penting karena kebutuhan jamaah terhadap perlengkapan ibadah dan oleh-oleh meningkat signifikan.
“Kita kejar pembukaan ini karena bertepatan dengan musim haji. Jadi bukan hanya sajadah, tapi juga makanan khas Arab hingga berbagai kebutuhan lainnya sudah kita siapkan,” jelasnya.
Muh Aras juga menyoroti kebiasaan jamaah yang kerap kesulitan membawa oleh-oleh dari Tanah Suci karena keterbatasan bagasi. Ia menyebut, kehadiran Bursa Sajadah menjadi solusi praktis agar jamaah tidak perlu repot.
“Bagasi pesawat biasanya dibatasi sekitar 30 kilogram. Kalau beli oleh-oleh di sana, apalagi kurma, itu berat dan biaya kirimnya mahal. Di sini, semua sudah tersedia, jadi tidak perlu repot lagi,” katanya.
Selain itu, menurutnya, toko ini juga menjawab kebutuhan keluarga jamaah yang kerap meminta oleh-oleh. “Kalau ada yang terlambat minta oleh-oleh, tinggal datang ke sini. Mau tasbih, kurma, sampai air zamzam ukuran kecil juga tersedia,” pungkasnya.




