Emil Dardak Sebut Ekspor Mamin Jadi Penopang Utama Manufaktur Jawa Timur di Tengah Tekanan Global

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gresik, tvOnenews.com - Sektor manufaktur Jawa Timur kian menunjukkan daya tahannya di tengah tekanan global. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, industri makanan dan minuman (mamin) kini menjadi penopang utama ekspor sekaligus penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah.

Hingga April 2026, nilai ekspor sektor ini menembus US$2,64 miliar atau berkontribusi sebesar 8,7 persen terhadap total ekspor provinsi. Angka tersebut menegaskan dominasi subsektor mamin dalam struktur industri manufaktur Jawa Timur.

“Yang terbesar di manufaktur adalah makanan dan minuman. Menyumbang sepertiga dari industri manufaktur di Jawa Timur. Nilai ekspornya US$2,64 miliar, peran kontribusinya 8,7 persen,” kata Emil di PT Mega Global Food Industry, Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026).

Lonjakan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Emil mencatat tren peningkatan permintaan ekspor mamin telah berlangsung sejak 2022, dengan pertumbuhan mencapai 18,85 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Produk olahan kakao menjadi salah satu kontributor utama dengan kenaikan permintaan hingga 20,62 persen. Sementara itu, kategori minuman dan produk lainnya bahkan mencatat lonjakan lebih tinggi, mencapai 72,58 persen.

“Ini dari diversifikasi olahan, peningkatan kualitas, perluasan pasar ekspor, dipaksa karena trade war cari pasar-pasar alternatif,” ucap dia.

Namun, di balik performa impresif tersebut, tidak semua komoditas mencatat tren positif. Emil mengungkapkan penurunan tajam terjadi pada ekspor gula dan kembang gula yang anjlok hingga 50,28 persen.

Selain itu, beberapa produk makanan olahan juga mengalami penurunan permintaan sebesar 33,67 persen.

“Jadi ekspor produk makanan olahan ini menjadi tulang punggung dari pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan tentunya Indonesia,” tutur Emil.

Salah satu motor penggerak ekspor mamin Jatim datang dari PT Mega Global Food Industry yang berbasis di Gresik. Perusahaan produsen biskuit dan wafer ini memiliki jangkauan pasar ekspor yang luas hingga ke Timur Tengah, termasuk Yaman.

Dengan tren ekspor yang terus meningkat setiap tahun, kehadiran pelaku industri seperti ini memperkuat posisi Jawa Timur sebagai basis manufaktur berbasis ekspor yang adaptif terhadap perubahan global.

Di tengah ketidakpastian dunia, sektor makanan dan minuman justru tampil sebagai jangkar stabilitas, membuktikan bahwa strategi diversifikasi dan peningkatan kualitas mampu menjaga laju ekspor tetap melesat. (agr/iwh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DJP Rampungkan Aturan Baru Restitusi Pajak untuk Tingkatkan Akurasi
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kementerian ESDM Sarankan Industri Dialog ke Pemda soal Kenaikan Pajak Air Tanah
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perjuangkan Perbaikan Sekolah, Lalu Hadrian Diganjar KWP Award 2026
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Pemkot Surabaya Prioritaskan Bangun Rusunami di Ngagel 2026, Ada 1.400 Unit
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cara Menyelesaikan Pekerjaan Lebih Cepat
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.