Pemkot Surabaya Prioritaskan Bangun Rusunami di Ngagel 2026, Ada 1.400 Unit

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memprioritaskan pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di Ngagel pada tahun 2026.

Iman Krestian Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya menyebut, Pemkot memprioritaskan pembangunan di Ngagel terlebih dahulu karena minat investor dan calon penghuni sudah tinggi.

“Tahun ini kita clearance area dulu. Ini terutama yang Ngagel, yang kita prioritas. Karena peminatan itu yang investor sudah ready dan peminat juga sudah banyak itu yang di Ngagel,” ungkapnya, Jumat (17/4/2026).

Lahan yang saat ini masih digunakan PTPN sedang dalam proses pengosongan. Proses clearance area ditargetkan maksimal selesai pada April, kemudian dilanjutkan pembongkaran aset dengan target rampung tahun ini. Pembangunan juga diupayakan mulai tahun ini.

“Tapi kita pastikan ketersediaan lahan dulu ini karena prosesnya saat ini masih ditempati oleh PTPN yang proses untuk pengosongan lahan karena lahannya ini sertifikatnya HPL (hak penggunaan lahan) pemkot,” tuturnya.

Rusunami Ngagel akan dibangun di atas lahan seluas empat hektare dengan kapasitas 1.400 unit yang terbagi dalam dua blok. Tipe hunian yang disediakan meliputi tipe 18, 24, dan 36 meter persegi. “Satu tim bloknya 700 (unit),” kata Iman Krestian.

Dia megatakan, sebetulnya ada tiga lokasi rusunami yang direncanakan. Pertama, rusunami di Wonorejo, Rungkut yang sudah ada dan lewat kerja sama dengan BUMD PT Yekape sebagai pemilik, dan akan dikembangkan lagi jumlahnya.

“Iya, rencana akan ada tower baru. Ini soalnya memang agak struggling ya untuk rusunami ini apalagi yang di Wonorejo ya. Mungkin karena jauh ya,” ungkapnya.

Desain koridor rusunami di Ngagel dan Tambak Wedi Surabaya. Foto: tangkapan layar dokumen DPRKPP

Sementara dua lainnya yang akan berdiri di atas lahan Pemkot Surabaya dengan kerja sama investor, yakni di Ngagel dan Tambak Wedi. Rusunami ini diperkirakan lebih murah karena berada di lahan milik pemkot.

“Kalau yang inisiatif Pemkot sendiri yang lebih terjangkau karena di lahannya Pemkot. Jadi bisa lebih murah itu di Tambak Wedi dan Ngagel ini,” imbuhnya.

Pembangunan ini mendukung program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yakni 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Idealnya sih kalau paling cepat (pembangunan rusunami) enam bulan sampai setahun,” jelasnya. (lta/bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BEM IPB Desak Kampus Sanksi Mahasiswa Pelaku Pelecehan di Grup Chat
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Judika Ungkap Alasan Gabung di Film Pulang Kampung, Bangga Jadi Bagian Film Musikal Batak Pertama
• 2 jam lalugrid.id
thumb
IPB Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual Grup Chat Mahasiswa, Ini Hasilnya
• 15 jam laludetik.com
thumb
Lowongan Kerja Terbaru Danone Indonesia April 2026, Cek Kualifikasinya
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Dubai Batasi Operasional Penerbangan Maskapai Asing, Cuma Boleh 1 Kali per Hari
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.