Pertama di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta Akan Berangkatkan Jemaah Berbasis Hotel

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

KULON PROGO, KOMPAS - Persiapan pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Yogyakarta terus dilakukan. Embarkasi ini pun menjadi percontohan nasional karena pertama kalinya pemberangkatan jemaah tidak melalui asrama haji, melainkan berbasis hotel.

Pada Jumat (17/4/2026), di Kulon Progo, DI Yogyakarta, sebanyak 23 petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Embarkasi Yogyakarta dilantik. Pelantikan dilakukan serentak di seluruh Indonesia secara daring oleh Menteri Haji dan Umrah M Irfan Yusuf dari Surabaya, Jawa Timur.

Embarkasi Yogyakarta tahun ini untuk pertama kalinya melayani pemberangkatan haji bagi jemaah asal Provinsi DIY dan enam kabupaten di Jawa Tengah yang berdekatan dengan DIY, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, dan Temanggung. Sebelumnya, pemberangkatan haji dari daerah-daerah tersebut dilakukan melalui Embarkasi Solo.

Total sebanyak 9.216 jemaah yang terbagi dalam 26 kelompok terbang (kloter) Embarkasi Yogyakarta akan diberangkatkan mulai 21 April 2026 dari Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, DIY. Namun, tak seperti embarkasi lain di Indonesia, pemberangkatan Embarkasi Yogyakarta tidak melalui asrama haji.

Baca JugaJadwal Haji 2026 Dimatangkan, Gelombang Pertama Mulai Berangkat pada 22 April 2026

Embarkasi Yogyakarta memakai hotel di sekitar Bandara YIA sebagai tempat penerimaan jemaah, transit, dan pemberangkatan ke bandara. Dua hotel yang berada dalam satu kompleks digunakan, yakni Novotel dan Ibis YIA.

Novotel difungsikan sebagai tempat penerimaan jemaah serta pusat pelayanan administrasi dan PPIH. Adapun Ibis sebagai tempat transit dan beristirahat para jemaah sebelum jadwal penerbangan ke Tanah Suci.

Insya Allah semuanya sudah siap berjalan.

"Hari ini PPIH yang akan bertanggung jawab penuh di Embarkasi Yogyakarta telah dilantik. Akan segera kita rapatkan terkait hal-hal teknis yang menjadi tugas pokok dan fungsi para PPIH ini agar pada 21 April 2026 siap menerima jemaah kloter pertama," ujar Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY Jauhar Mustofa, usai acara pelantikan.

Jauhar menjelaskan, persiapan mewujudkan embarkasi berbasis hotel ini sudah dilakukan sejak 2024. Simulasi proses pemberangkatan jemaah pun telah digelar sebanyak dua kali. "Insya Allah semuanya sudah siap berjalan," ucap Jauhar.

Jauhar mengatakan, kapasitas asrama haji yang dimiliki Yogyakarta tidak cukup untuk menampung jemaah saat ini. Asrama transit itu hanya memiliki 130 kamar dengan kapasitas setiap kamar maksimal diisi dua orang atau total 260 jemaah. "Padahal, setidaknya dibutuhkan kapasitas untuk menampung satu kloter atau 360 orang," tuturnya.

Selain itu, lanjut Jauhar, asrama yang terletak di Jalan Ringroad Utara, Kabupaten Sleman, itu juga jaraknya jauh dari Bandara YIA, yakni sekitar 50 kilometer. Adapun hotel yang dipakai saat ini jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dari bandara sehingga memudahkan proses pemberangkatan nanti.

Baca JugaTahapan Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal, Kloter Pertama Berangkat 22 April

Jauhar menambahkan, hotel juga memiliki keunggulan berupa sarana dan prasarana serta fasilitas yang lebih baik daripada asrama. Harapannya, ini bisa memberikan kenyamanan bagi jemaah sebelum menempuh perjalanan panjang ke Tanah Suci.

Seperti pada embarkasi umumnya, semua proses layanan administrasi, bagasi, dan imigrasi jelang keberangkatan jemaah akan dilakukan di hotel. "Jadi, saat jadwal penerbangan tiba, jemaah bisa langsung masuk ke pesawat tanpa perlu proses di terminal keberangkatan lagi," tutur Jauhar.

Proyek percontohan

Embarkasi berbasis hotel di Yogyakarta ini juga disinggung Menteri Haji dan Umrah M Irfan Yusuf dalam sambutannya. Menurut Irfan, ini menjadi proyek percontohan nasional bagi pelayanan ibadah haji tahun ini.

Irfan pun mengungkapkan, jika berjalan baik, model embarkasi tanpa asrama haji ini dapat diterapkan pula di daerah lain untuk musim haji selanjutnya. Hal ini terutama untuk daerah-daerah yang berkeinginan menjadi embarkasi haji, tetapi tidak memiliki asrama haji.

Baca JugaIbadah Haji Tidak untuk Digantikan

Sekretaris Daerah DIY yang juga sekaligus wakil koordinator PPIH DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengaku bersyukur tahun ini jemaah DIY bisa berangkat melalui embarkasi sendiri.

Hal ini tak terlepas dari kehadiran Bandara YIA yang dapat melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi dengan pesawat berbadan lebar dan adanya fasilitas akomodasi yang memadai di sekitar bandara.

Terkait kelanjutan model embarkasi berbasis hotel ini, Made mengatakan, hal itu bergantung pada hasil evaluasi nanti setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai. Namun, dia menyebut, tak tertutup kemungkinan model ini masih diterapkan selama beberapa tahun ke depan.

Kepala Bidang Pelayanan Disabilitas dan Lansia PPIH Embarkasi Yogyakarta Irfan Zainudin mengatakan, sarana dan prasarana di hotel sudah cukup ramah bagi jemaah yang berusia lanjut dan memiliki disabilitas.

Baca JugaHaji Ramah Lansia, Antisipasi Titik Krusial

"Kami sudah koordinasikan juga dengan pihak hotel untuk memodifikasi sejumlah fasilitas, salah satunya keran untuk wudhu di kamar mandi," tuturnya.

Dari total 9.216 jemaah Embarkasi Yogyakarta, Irfan mengatakan, sebanyak 3.979 masuk dalam kategori lanjut usia atau berumur di atas 60 tahun. "Kami juga menyiapkan alat bantu untuk mempermudah jemaah lansia dan disabilitas," ucap Irfan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jakarta Mau Jadi Kota Sinema, Akan Beri Insentif Pajak ke Produsen Film
• 10 jam laludetik.com
thumb
BI Beberkan Tiga Faktor Kunci Ketahanan Ekonomi
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Mendadak Jadi Pemilik Mobil Mewah Ferrari, Guru Honorer di Kuningan Malah Lapor Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, Tim Gabungan Berpacu Evakuasi di Medan Sulit
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Pemkot Jaktim Tangkap 763 Kg Ikan Sapu-Sapu, Langsung Dimusnahkan
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.