Kisah Azizah Bocah Pencari Rongsok di Yogya Rawat Ayah Sakit, Ingin Jadi Polwan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Gadis kecil bernama Azizah Candrasari memiliki tanggung jawab besar di usianya yang masih 6,5 tahun. Ia menggantikan peran ibunya mengurus rumah, ayahnya yang sedang sakit, serta adiknya Agip yang berusia 5 tahun. Ibunya telah lama pergi dan tak diketahui keberadaannya.

Ayah Azizah, Hermanto (56 tahun), sehari-hari bekerja sebagai pencari barang rongsokan. Mereka mengandalkan pekerjaan itu untuk bertahan hidup. Selama ini Azizah ikut membantu ayahnya.

Namun belakangan, Hermanto terpuruk karena jatuh sakit—muncul benjolan di kepala yang sewaktu-waktu terasa sangat nyeri.

"(Yang dicari) botol-botol, sama kardus, sama kaleng," kata Azizah saat ditemui di kosannya di Mrican, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (17/4).

Kini Azizah harus memikul beban yang kian berat. Ia mengurus rumah seperti mencuci baju, mencuci piring, hingga pergi ke warung untuk membeli makanan. Terkadang, ia juga memijat tubuh sang ayah jika sakitnya semakin tak tertahankan.

Di balik kondisi yang dijalaninya, Azizah terus memupuk cita-citanya menjadi polisi wanita. Ia berharap suatu saat impiannya itu terwujud dan bisa membanggakan ayahnya.

"Cita-cita jadi Polwan," kata Azizah.

Tinggal di Kos Pinggir Sungai

Hermanto mengatakan, ia tinggal bersama dua anaknya di kos yang disewa Rp 400 ribu per bulan. Kos sederhana berukuran 3 x 2,5 meter itu berada tepat di samping Sungai Gajah Wong.

Setiap minggunya, Hermanto harus menyisihkan Rp 100 ribu untuk membayar kos. Untuk makan pun mereka hidup seadanya.

"Jadi beli nasi Rp 5 ribu karena dua bungkus Rp 10 ribu. Dibagi bertiga, makan. Ini pagi siang Rp 10 ribu, sore Rp 10 ribu. Jadi Rp 20 ribu," katanya.

Dahulu, sebelum menggunakan sepeda, Hermanto mengajak kedua anaknya mencari rongsok dengan gerobak.

"Terpaksa ikut. Mau titip sama orang juga tidak mau. Jadi terpaksa ikut, pakai gerobak dulu," katanya.

Ia mengatakan, benjolan di kepala itu muncul sejak dua tahun silam dan lama-kelamaan semakin membesar.

"Sudah dua minggu (sakitnya makin parah). Dia (Azizah) nyuci baju, ya bersihin aja, nyuci piring, mijetin, sering ke warung. Ini kan sakit ini (kepala)," katanya.

Dahulu, sakit ini pernah diperiksakan ke dokter, namun belum diketahui pasti penyakitnya. Benjolan tersebut tak kunjung hilang.

"Bukan (tumor). Nggak tahu (sakit apa), tahu-tahu muncul seperti itu," kata pria kelahiran Sumatera tersebut.

Selama ini, Azizah duduk di bangku TK. Namun karena harus merawat ayahnya yang sakit dan tidak ada yang mengantar, ia terpaksa berhenti sekolah sementara.

"Senin rencana mau sekolah lagi. Nah ini (Agip) juga mau dimasukkan (sekolah), tapi belum mau," katanya.

Sementara kondisi Azizah sendiri saat ini, menurut sang ayah, juga kurang sehat.

"Dia kan ada gejala tifus, itu rambutnya rontok-rontok," tuturnya.

Ingin Anak Bisa Terus Sekolah

Hermanto berharap ada bantuan dari pemerintah bagi kedua anaknya. Ia ingin anaknya bisa menggapai cita-cita mereka.

"Makanya sudah TK besar, tapi mau masuk ke SD tempat lain kan perlu biaya. (Azizah) maunya jadi polwan," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apresiasi Pelanggan Setia, The Palace Jeweler Hadirkan Semarak Undian Nasional
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Kembali Turun ke Rp2.868.000 per Gram
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Bandara YIA Siap Berangkatkan 26 Kloter Haji, Terbang Perdana 21 April
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Baznas Targetkan Satu Juta Hewan Kurban pada Idul Adha 2026 dengan Nilai Ekonomi Rp2,5 Triliun
• 47 menit lalupantau.com
thumb
Begini Klasemen Grup A Piala AFF U17 Usai Indonesia Kalah dari Malaysia
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.