Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menargetkan penyembelihan satu juta hewan setara domba atau kambing pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun secara nasional.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan target tersebut dalam konferensi pers peluncuran program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Jakarta pada Jumat, 17 April 2026.
Ia mengungkapkan, "Untuk tahun ini, setelah mempertimbangkan berbagai aspek seperti kapasitas, basis pengumpulan, ketersediaan hewan ternak, serta kondisi ekonomi masyarakat, ditetapkan target sebanyak 1 juta domba/kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun yang akan dikelola oleh Baznas se-Indonesia dan LAZ."
Capaian dan Potensi Ekonomi Kurban NasionalTarget tersebut disusun berdasarkan capaian kurban tahun 2025 yang mencapai Rp2,3 triliun atau setara 790.554 ekor domba atau kambing melalui Baznas dan Lembaga Amil Zakat.
Pada tahun yang sama, kurban swadaya masyarakat tercatat sebesar Rp18,8 triliun atau setara 1.962.575 ekor domba atau kambing.
Secara keseluruhan, total capaian kurban nasional pada 2025 mencapai Rp21,1 triliun.
Sodik menyebut, "Potensi kurban di Indonesia sangat besar, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan. Pada tahun 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp34,85 triliun. Ini merupakan kekuatan besar umat yang harus dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin luas."
Program Pemberdayaan dan Distribusi KurbanBaznas menekankan keunggulan berkurban melalui lembaga tersebut karena memberikan dampak berlapis, baik secara sosial maupun ekonomi.
Hewan kurban yang disalurkan berasal dari program pemberdayaan peternak mustahik melalui Balai Ternak Baznas yang tersebar di berbagai daerah.
Baznas telah menyiapkan ribuan ternak dari Balai Ternak serta melibatkan partisipasi masyarakat luas.
Sodik menjelaskan, "Para peternak tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga pendampingan menyeluruh, mulai dari budi daya hingga penguatan usaha. Sehingga ketika masyarakat berkurban melalui Baznas, mereka turut memberdayakan ekonomi peternak kecil."
Dalam penyaluran, Baznas memastikan distribusi menjangkau seluruh wilayah Indonesia termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, daerah rawan pangan, serta wilayah minim akses daging kurban.
Selain daging segar, Baznas juga menghadirkan inovasi berupa daging kurban dalam bentuk olahan dan kemasan kaleng untuk menjangkau daerah sulit akses.
Sodik menambahkan, “Insya Allah, kurban yang ditunaikan melalui Baznas akan memberikan keberkahan yang lebih luas, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan.”




