Kementan Dorong Investasi Susu di Jawa Tengah

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews-Semarang, Jawa Tengah

Pemerintah mempercepat pembangunan mega farm di Brebes guna mengejar target swasembada susu nasional pada 2029.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian resmi menginisiasi percepatan investasi sektor peternakan sapi perah di Provinsi Jawa Tengah, strategis ini ditandai dengan pengembangan kawasan mega farm terintegrasi yang diproyeksikan menjadi pilar utama dalam pemenuhan kebutuhan susu nasional serta penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari peta jalan besar pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. 

Menurutnya, kolaborasi dengan sektor swasta tidak sekadar mengejar angka produksi, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.

"Kehadiran investasi PT Global Dairi Bersama ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta transformasi kesejahteraan sosial bagi masyarakat di Kabupaten Brebes dan sekitarnya," ujar Agung dalam pertemuan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis 16 April 2026.

Menutup Celah Defisit Produks

Berdasarkan proyeksi nasional, Indonesia membutuhkan sedikitnya 8,5 juta ton susu pada tahun 2029. 

Namun, kapasitas produksi domestik saat ini masih berada di bawah angka tersebut. Untuk menutup celah ini, PT Global Dairi Bersama berencana mengembangkan populasi hingga 30.000 ekor sapi perah di lahan seluas 710 hektare, dengan target output mencapai 180.000 ton susu per tahun.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen penuh birokrasi daerah untuk memangkas hambatan administratif agar proyek ini segera terealisasi.

"Kita harus bergerak cepat. Saya instruksikan kepada jajaran di Brebes untuk memberikan dukungan maksimal. Targetnya, produksi sudah harus berjalan pada 2027, dan kita upayakan groundbreaking bisa terlaksana pada Mei mendatang," tegas Luthfi.

Pemberdayaan dan Ekonomi Sirkular

Investasi ini juga memperkenalkan model ekosistem industri hulu-hilir. CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa pihaknya mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui penguatan ekonomi sirkular.

"Selain produksi skala besar, kami merancang kemitraan yang menyerap tenaga kerja lokal dan memanfaatkan limbah ternak menjadi pupuk organik. Pengembangan pakan ternak di lahan seluas 2.000 hektare diperkirakan akan memberdayakan sekitar 5.000 petani lokal," jelas Ihsan.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik pemilihan wilayahnya sebagai pusat investasi peternakan ini. Ia optimistis bahwa proyek ini akan menaikkan daya saing daerah sekaligus memberikan kepastian pasar bagi para peternak rakyat.

Melalui program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN), sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta ini diharapkan tidak hanya mengamankan stok pangan nasional, tetapi juga memosisikan peternak lokal sebagai mitra aktif dalam rantai pasok industri modern.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WNA Malaysia ditangkap di Aceh ternyata sudah menikahi warga lokal
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Bahlil Pastikan RI Impor Minyak dari Rusia, Upayakan Harga di Bawah Pasar
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lulusan Sekolah Rakyat Dijanjikan Beasiswa dan Peluang Kerja Global untuk Putus Rantai Kemiskinan
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Pedagang Daging Ayam-Sayuran Sampai Pusing Efek Harga Plastik Meledak
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
MK Tolak Permohonan Uji UU Polri karena Tidak Jelas
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.