BEIRUT, KOMPAS.TV - Ribuan pengungsi di Beirut dan wilayah utara Lebanon dilaporkan mulai pulang usai gencatan senjata Israel-Lebanon efektif berlaku pada Jumat (17/4/2026).
Gencatan senjata selama 10 hari ini disepakati kedua belah pihak melalui mediasi Amerika Serikat (AS).
Warga di Beirut dilaporkan merayakan gencatan senjata dengan melepaskan rentetan tembakan ke udara. Gencatan senjata dilaporkan secara umum dipatuhi pada hari pertama.
Otoritas Lebanon sebelumnya memperingatkan agar warga tidak pulang terlebih dahulu dari tempat pengungsian sembari menunggu perkembangan situasi.
Namun, ribuan penduduk dilaporkan telah berangkat dari Beirut ke Lebanon selatan sejak Jumat (17/4/2026) pagi waktu setempat.
Serangan Israel ke Lebanon sejak awal Maret lalu memaksa lebih dari 1,1 juta penduduk mengungsi. Wilayah selatan Lebanon pun dilaporkan porak-poranda akibat gempuran Israel selama lebih dari sebulan.
Baca Juga: Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Bagaimana dengan Hizbullah?
Di Desa Jibsheet, Lebanon selatan, pengungsi pulang ke perkampungan yang hancur akibat serangan Israel. Sisa gedung apartemen yang runtuh, debris, dan tiang-tiang aluminium menyambut warga yang pulang dari tempat pengungsian.
"Saya merasa lega bisa kembali. Namun, lihatlah, mereka menghancurkan segalanya, alun-alun, rumah-rumah, pertokoan, segalanya," kata salah satu warga, Zainab Fahas, dikutip Associated Press.
Sementara di Zefta, Lebanon selatan, kepulangan pengungsi disambut dengan warga yang mengibarkan bendera Hizbullah. Sebagian pengungsi pun mengemukakan dukungan untuk organisasi tersebut.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- gencatan senjata lebanon
- lebanon
- pengungsi lebanon
- serangan israel ke lebanon
- gencatan senjata





