Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengoperasikan 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia, sebagai langkah pemerintah mempercepat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terpencil.
"Insya Allah, dalam waktu dekat ini sudah ada Program MBG di wilayah 3T ini," kata Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya saat Rapat Konsolidasi Program MBG di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menyatakan pelaksanaan Program MBG di wilayah 3T ini akan lebih dioptimalkan, guna meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, balita, ibu hamil dan ibu menyusui di daerah-daerah terpencil.
Baca juga: BGN pastikan pembayaran dapur 3T diselesaikan agar segera operasional
"Mudah-mudahan dalam satu hingga dua bulan ini 900 SPPG mulai beroperasi dan berikutnya menyusul 2.000 SPPG dan berikutnya 4.000 SPPG mulai melakukan pendaftaran di wilayah 3T ini," kata Sony Sanjaya.
Ia menyatakan pendaftaran SPPG ini di wilayah 3T ke BGN dilakukan melalui satgas-satgas Program MBG di kabupaten/kota di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar.
"Satgas Program MBG di wilayah 3T ini mendaftarkan ke BGN dan selanjutnya diverifikasi untuk memulai pembangunan dan pengoperasian SPPG di daerah terpencil ini," katanya.
Baca juga: BGN: Polri bangun 10 dapur SPPG di wilayah 3T Nabire
Ia mengatakan pada tahun 2026 BGN juga akan menambah SPPG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna mengoptimalkan Program MBG di provinsi tersebut.
"Saat ini pembangunan SPPG di Kepulauan Babel sedang berproses dan kami juga sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengetahui jumlah SPPG untuk penyaluran MBG kepada penerima manfaat di daerah ini," kata Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya.
Baca juga: Mendukbangga upayakan MBG untuk sasaran 3B jangkau wilayah 3T
"Insya Allah, dalam waktu dekat ini sudah ada Program MBG di wilayah 3T ini," kata Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya saat Rapat Konsolidasi Program MBG di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menyatakan pelaksanaan Program MBG di wilayah 3T ini akan lebih dioptimalkan, guna meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, balita, ibu hamil dan ibu menyusui di daerah-daerah terpencil.
Baca juga: BGN pastikan pembayaran dapur 3T diselesaikan agar segera operasional
"Mudah-mudahan dalam satu hingga dua bulan ini 900 SPPG mulai beroperasi dan berikutnya menyusul 2.000 SPPG dan berikutnya 4.000 SPPG mulai melakukan pendaftaran di wilayah 3T ini," kata Sony Sanjaya.
Ia menyatakan pendaftaran SPPG ini di wilayah 3T ke BGN dilakukan melalui satgas-satgas Program MBG di kabupaten/kota di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar.
"Satgas Program MBG di wilayah 3T ini mendaftarkan ke BGN dan selanjutnya diverifikasi untuk memulai pembangunan dan pengoperasian SPPG di daerah terpencil ini," katanya.
Baca juga: BGN: Polri bangun 10 dapur SPPG di wilayah 3T Nabire
Ia mengatakan pada tahun 2026 BGN juga akan menambah SPPG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna mengoptimalkan Program MBG di provinsi tersebut.
"Saat ini pembangunan SPPG di Kepulauan Babel sedang berproses dan kami juga sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengetahui jumlah SPPG untuk penyaluran MBG kepada penerima manfaat di daerah ini," kata Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya.
Baca juga: Mendukbangga upayakan MBG untuk sasaran 3B jangkau wilayah 3T





