Transportasi Online Dinilai Jadi Penyangga Ekonomi RI, Ciptakan 2,9 Juta Pekerja

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyebut transportasi online membuka lapangan kerja bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, ia meminta ekosistem transportasi online perlu dijaga agar tetap tumbuh stabil.

Wijayanto mengatakan, di tengah persoalan struktural ekonomi yang masih membutuhkan waktu untuk dibenahi, sektor-sektor lain yang mampu menjadi penyangga ekonomi masyarakat juga perlu mendapat perhatian, salah satunya yaitu sektor transportasi online.

“Ini memang sektor transportasi online itu sangat impactful, sangat influensial. Kami baru saja melakukan studi yang sangat komprehensif, sektor ini (transportasi online) menciptakan tenaga kerja langsung 2,9 juta, kalau ditambah yang tidak langsung bisa 5,7 juta. Ini luar biasa pada saat masyarakat butuh daya beli, pada saat masyarakat butuh lapangan kerja,” ujar Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (18/4).

Menurut dia, dampak ekonomi sektor ride-hailing juga tidak hanya dirasakan secara langsung, tetapi sektor ini turut berperan menghubungkan konsumen dengan UMKM, sehingga mendorong transaksi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dan yang kita tidak boleh lupakan adalah dampak ekonomi ride-hailing ini tidak hanya langsung, karena mereka juga menjadi konektor antara konsumen, kemudian UMKM, dan seterusnya, sehingga mereka menghubungkan konsumen dengan UMKM. Ada transaksi, ada supply, ada demand, ada aktivitas ekonomi, sehingga ini menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Wijayanto menilai pemerintah perlu menjaga agar ekosistem transportasi online tetap tumbuh semakin stabil. Ia mengingatkan, sektor ini memiliki nilai lebih berupa fleksibilitas dan hambatan masuk yang rendah, sehingga dapat menjadi ruang penghasilan bagi banyak kelompok masyarakat.

Ia menyebut sektor ini dapat menampung masyarakat yang membutuhkan penghasilan tambahan, termasuk ibu rumah tangga, orang tua tunggal, pekerja senior, maupun mereka yang membutuhkan kerja dengan waktu yang lebih fleksibel.

“Nilai lebih dari sektor ini justru harus dipertahankan, jangan dihilangkan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang rigid,” katanya.

Wijayanto menambahkan, regulasi juga perlu memberi ruang bagi inovasi dan fleksibilitas agar sektor ini terus bertumbuh. “Kadang-kadang regulasi pemerintah itu tidak cukup cepat meng-capture atau memfasilitasi inovasi tersebut, jadi regulasi harus fleksibel,” ucapnya.

Dia pun mengingatkan pentingnya kebijakan yang mendukung stabilitas dan fairness bagi ekosistem transportasi online agar sektor ini tetap menarik dan mampu terus bertumbuh ke depan.

“Jadi ini timing yang tepat bagi pemerintah untuk mewujudkan kebijakan yang pro stabilitas dan fairness ekosistem ini,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Kuliner Warisan Riau-Lingga, Deram-Deram Jadi Buruan Wisatawan
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah Teken Aturan Baru, Mobil Listrik Kini Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Netanyahu Tolak Mundur! Militer Israel Tetap Bertahan di Lebanon saat Gencatan Senjata | SAPA MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
H-2 Event, Rute Pelari Dicek Pastikan Kesiapan
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.