Saat membeli roti di toko, mungkin kamu pernah melihat berbagai roti, croissant, atau bagel yang baru dipanggang pada hari itu juga. Aromanya masih menggoda dan terlihat segar, tapi pernah nggak sih kamu bertanya-tanya kenapa roti-roti tersebut hampir tidak pernah dijual dalam kondisi hangat?
Ternyata, ada alasan penting di balik hal tersebut. Produk bakery yang baru keluar dari oven memang terlihat lebih menarik saat masih hangat, tetapi menjualnya dalam kondisi panas justru bisa menimbulkan masalah, salah satunya meningkatkan risiko jamur.
Hal ini terungkap dari diskusi di forum Reddit, ketika seorang pengguna menanyakan alasan mengapa roti tidak dijual dalam kondisi panas.
Menurut laporan Fox News Digital, seorang pengguna yang mengaku bekerja di bagian bakery menjelaskan bahwa banyak pelanggan mengira semua produk bakery yang baru dipajang masih hangat seperti roti biasa.
Menurutnya, roti biasa masih bisa dikemas saat hangat karena menggunakan kantong dengan sirkulasi udara.
“Roti dikemas dalam kantong yang memiliki lubang, jadi aman meskipun masih panas,” tulisnya seperti dikutip dari Fox News Digital, Jumat (17/4).
Namun, hal berbeda berlaku untuk produk seperti croissant, bagel, dan pastry lainnya. Produk-produk ini biasanya dikemas dalam kotak tertutup, sehingga harus didinginkan terlebih dahulu sebelum dikemas.
"Croissant, bagel, dan sejenisnya tidak akan pernah diberikan dalam kondisi panas. Produk itu harus didinginkan sampai suhunya di bawah 80 derajat sebelum dikemas, karena jika tidak bisa memicu pertumbuhan jamur,” jelasnya.
Alasannya berkaitan dengan uap panas dari makanan yang baru matang. Jika makanan panas langsung dimasukkan ke dalam kemasan tertutup, uap akan terperangkap dan menimbulkan embun di dalam kemasan.
Kondisi lembap inilah yang bisa merusak tekstur roti, membuat masa simpannya lebih pendek, dan meningkatkan risiko munculnya jamur.
Jadi, meskipun roti tersebut dipanggang segar pada hari yang sama, produk bakery seperti croissant atau bagel tetap perlu didinginkan lebih dulu agar kualitasnya tetap terjaga saat sampai ke tangan pembeli.
Unggahan tersebut pun mendapat banyak respons dari pelanggan yang selama ini penasaran. Tak hanya itu, ada juga karyawan lain yang ikut berbagi pengalaman tentang kebiasaan pelanggan di bagian bakery yang sering dianggap merepotkan.
Salah satunya adalah ketika pelanggan meminta produk bakery dikemas ulang padahal barangnya sudah tersedia di rak. “Tinggal ambil saja dari meja, terutama croissant. Kami memang memanggangnya setiap hari,” tulis pengguna lain.
Selain itu, banyak pelanggan juga sering membongkar-bongkar produk untuk mencari tanggal produksi yang paling baru.
Padahal, menurut karyawan tersebut, untuk produk roti biasanya hanya ada dua tanggal yang tersedia, yakni roti dari hari sebelumnya dan roti yang dibuat pada hari itu.





