Jakarta (ANTARA) - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadirkan layanan money changer atau tempat jual beli valuta asing milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangka memperkuat aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan.
Peresmian itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan ekonomi sekaligus memudahkan akses transaksi valuta asing bagi masyarakat perbatasan Indonesia-Timor Leste.
"Dengan adanya layanan money changer di PLBN Motaain, masyarakat kini dapat melakukan transaksi valuta asing secara cepat, aman, dan terpercaya. Ini tentu memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lintas batas,” kata Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) Brigjen TNI Topri Daeng Balaw dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.
Hadirnya fasilitas itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, pelintas batas serta pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan akses penukaran uang secara resmi.
Topri menyampaikan layanan money changer di PLBN Motaain merupakan wujud konkret kehadiran negara dalam memberikan kemudahan dan perlindungan bagi aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan.
Menurutnya, selama ini masyarakat kerap harus menempuh jarak cukup jauh ke pusat kota atau bahkan menggunakan jalur tidak resmi untuk menukar uang.
Ia menyampaikan keberadaan fasilitas tersebut juga sejalan dengan peran PLBN Motaain sebagai bagian dari kawasan Pusat Pengembangan Kawasan Perbatasan (PPKP) Atambua.
PLBN diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai gerbang keluar masuk orang dan barang, tetapi juga menjadi simpul pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.
Sementara itu, Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika menyambut baik hadirnya layanan money changer BRI sebagai bagian dari penguatan fasilitas dan pelayanan di kawasan PLBN.
Ia menilai layanan tersebut akan sangat membantu masyarakat perbatasan, pelintas batas maupun pelaku usaha dalam melakukan transaksi valuta asing secara resmi.
"Kami mengapresiasi dukungan Bank BRI yang menghadirkan layanan money changer di PLBN Motaain. Kehadiran fasilitas ini sangat dibutuhkan dan menjadi pelengkap layanan yang sudah ada, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi lintas negara," kata Maria.
Ia juga mengatakan pengelola PLBN Motaain akan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.
"Kami berharap layanan ini dimanfaatkan secara maksimal dan mampu memicu meningkatnya aktivitas perdagangan serta jasa di kawasan perbatasan. Dengan demikian, PLBN Motaain dapat semakin berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tuturnya.
Baca juga: Aktivitas perlinasan di PLBN Motaain alami peningkatan jelang Lebaran
Baca juga: Pemerintah perkuat ekonomi-konektivitas lintas batas di PLBN Motaain
Peresmian itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan ekonomi sekaligus memudahkan akses transaksi valuta asing bagi masyarakat perbatasan Indonesia-Timor Leste.
"Dengan adanya layanan money changer di PLBN Motaain, masyarakat kini dapat melakukan transaksi valuta asing secara cepat, aman, dan terpercaya. Ini tentu memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lintas batas,” kata Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) Brigjen TNI Topri Daeng Balaw dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.
Hadirnya fasilitas itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, pelintas batas serta pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan akses penukaran uang secara resmi.
Topri menyampaikan layanan money changer di PLBN Motaain merupakan wujud konkret kehadiran negara dalam memberikan kemudahan dan perlindungan bagi aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan.
Menurutnya, selama ini masyarakat kerap harus menempuh jarak cukup jauh ke pusat kota atau bahkan menggunakan jalur tidak resmi untuk menukar uang.
Ia menyampaikan keberadaan fasilitas tersebut juga sejalan dengan peran PLBN Motaain sebagai bagian dari kawasan Pusat Pengembangan Kawasan Perbatasan (PPKP) Atambua.
PLBN diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai gerbang keluar masuk orang dan barang, tetapi juga menjadi simpul pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.
Sementara itu, Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika menyambut baik hadirnya layanan money changer BRI sebagai bagian dari penguatan fasilitas dan pelayanan di kawasan PLBN.
Ia menilai layanan tersebut akan sangat membantu masyarakat perbatasan, pelintas batas maupun pelaku usaha dalam melakukan transaksi valuta asing secara resmi.
"Kami mengapresiasi dukungan Bank BRI yang menghadirkan layanan money changer di PLBN Motaain. Kehadiran fasilitas ini sangat dibutuhkan dan menjadi pelengkap layanan yang sudah ada, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi lintas negara," kata Maria.
Ia juga mengatakan pengelola PLBN Motaain akan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.
"Kami berharap layanan ini dimanfaatkan secara maksimal dan mampu memicu meningkatnya aktivitas perdagangan serta jasa di kawasan perbatasan. Dengan demikian, PLBN Motaain dapat semakin berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tuturnya.
Baca juga: Aktivitas perlinasan di PLBN Motaain alami peningkatan jelang Lebaran
Baca juga: Pemerintah perkuat ekonomi-konektivitas lintas batas di PLBN Motaain





