Harga Minyak Mentah RI Maret 2026 Tembus USD 102,26/Barel Imbas Perang di Iran

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Maret 2026 ditetapkan sebesar USD 102,26 per barel imbas eskalasi perang AS-Israel dengan Iran.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 149.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan peluncuran ICP tersebut tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang memanas sepanjang Maret 2026.

“Rata-rata ICP bulan Maret 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar USD 33,47 per barel dibandingkan bulan Februari 2026, dari USD 68,79 per barel menjadi USD 102,26 per barel. Peningkatan ini sejalan dengan tren harga minyak mentah utama dunia yang juga mengalami peningkatan tajam,” ujar Laode dalam keterangannya, Jumat (17/4).

Laode juga menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk penghentian pelayaran melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Selain itu, berbagai serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah turut memperburuk kondisi pasokan.

Laode mengatakan, konflik tersebut juga menyebabkan sejumlah gangguan produksi dan distribusi energi, antara lain terhentinya sementara produksi LNG di Qatar, gangguan operasional kilang minyak di Arab Saudi, serta penurunan produksi di beberapa negara seperti Kuwait dan Irak. Bahkan beberapa fasilitas strategis seperti pelabuhan Basrah di Irak dan terminal energi di Uni Emirat Arab sempat dihentikan operasionalnya.

“Situasi geopolitik yang memanas menyebabkan penutupan pasokan global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak mentah secara signifikan,” imbuhnya.

Selain itu, ancaman penutupan Selat Hormuz, serangan terhadap kapal tanker minyak, serta potensi meluasnya konflik ke berbagai fasilitas energi di kawasan Teluk semakin memperkuat sentimen kenaikan harga di pasar internasional.

Dengan kondisi tersebut, Laode menegaskan bahwa pemerintah akan terus mencermati dinamika harga minyak dunia untuk memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri tetap terjaga di tengah global. Pemerintah terus memantau perkembangan global serta mengambil langkah-langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Maret 2026 dibandingkan Februari 2026:

ICP naik sebesar USD 33,47 per barel dari USD 68,79 per barel menjadi USD 102,26 per barel

Harga Brent (ICE) meningkat sebesar USD 30,23 per barel dari USD 69,37 per barel menjadi USD 99,60 per barel.

WTI (Nymex) naik sebesar USD 26,47 per barel dari USD 64,52 per barel menjadi USD 91,00 per barel.

Dated Brent mengalami kenaikan sebesar USD 32,73 per barel dari USD 71,15 per barel menjadi USD 103,89 per barel

Basket OPEC naik signifikan sebesar USD 48,13 per barel dari USD 67,90 per barel menjadi USD 116,03 per barel (per 30 Maret 2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata Dubes Rusia Soal Menhan RI ke Amerika Serikat Saat Prabowo Bertemu Putin
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Korban Meninggal Sudah Tiga Hari Baru Ditemukan, Diduga Gantung Diri Usai Ditinggal Istri
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Pembangunan Sekolah Rakyat Rerata 10%, Menteri PU Tambah Mitra Jasa Konstruksi
• 55 menit lalukatadata.co.id
thumb
Sinema Indonesia Pikat Audiens di Roma
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
MAKI Sebut Hery Susanto Sering Bertemu Bos Tambang di Hotel dan Restoran Jakarta
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.