Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Lombok Tengah
Mensos Gus Ipul tinjau pelaksanaan di RS Mandalika pastikan warga kurang mampu dapat akses kesehatan mata.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi katarak gratis di Rumah Sakit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial (Kemensos) dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul menyapa dan memberikan semangat kepada para penerima manfaat yang sedang mengantre proses screening. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan penglihatan masyarakat.
“Ini bagian dari program Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah dan juga filantropi untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui operasi katarak gratis,” ujar Gus Ipul.
Target Nasional dan Distribusi di NTB
Pada tahun 2026, Kemensos menetapkan target ambisius sebanyak 10.000 operasi katarak di seluruh Indonesia. Khusus untuk provinsi NTB, dialokasikan kuota sebanyak 500 penerima manfaat yang tersebar di beberapa wilayah.
Rinciannya, sebanyak 165 pasien dialokasikan untuk Kabupaten dan Kota Bima, 100 pasien di Kabupaten Lombok Tengah, serta 235 pasien lainnya mencakup wilayah Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat.
Untuk tahap awal di Lombok Tengah, sebanyak 100 warga telah siap menjalani tindakan medis. Operasi lanjutan dijadwalkan kembali di RS Mandalika pada 9 Mei 2026 dan di Kota Bima pada 25 Mei 2026.
Apresiasi Semangat Gotong Royong
Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara tenaga medis, rumah sakit, hingga lembaga filantropi yang berhasil menekan biaya operasi sehingga dapat dijangkau oleh warga miskin.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Direktur RS Mandalika, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) NTB.
“Semua berkontribusi, dari dokter, rumah sakit, hingga para donatur. Inilah gotong royong yang membuat layanan ini bisa dinikmati masyarakat secara gratis,” ungkapnya.
Harapan Baru bagi Penerima Manfaat
Kehadiran program ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya Lalu Mustafa (60), warga Desa Tanak Awu, yang mengaku bersyukur bisa mendapatkan operasi setelah setahun menderita gangguan penglihatan.
“Prosesnya cepat, sekitar satu jam dari screening sampai operasi. Mudah-mudahan setelah ini penglihatan saya bisa terang. Terima kasih sebesar-besarnya untuk Kemensos,” tutur Mustafa.
Turut mendampingi Mensos dalam kegiatan ini, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, serta jajaran pejabat Kemensos lainnya.
Melalui program ini, Kemensos berharap dapat menekan angka kebutaan akibat katarak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan di berbagai daerah.
Editor: Redaksi TVRINews





