Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar terbebas dari intervensi politik dan praktik titipan dalam proses pengelolaan maupun penunjukan direksi dan komisaris.
Peringatan itu disampaikan Pramono dalam BUMD Forum Leaders di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4).
"Bahkan ketika melakukan perombakan direksi dan komisaris, saya cuma minta satu hal: jangan ada intervensi politik, jangan ada titipan. Kalau ada keputusan pun, yang memutuskan adalah Gubernur. Kenapa? Supaya dipilih orang-orang yang terbaik," kata Pramono.
Percaya BUMD, meski Masih Ada KekuranganPramono menegaskan, kepercayaan penuh diberikan kepada jajaran BUMD agar mampu mengelola perusahaan secara profesional. Ia mengakui masih ada kekurangan, namun menilai performa sejumlah BUMD sudah menunjukkan perbaikan.
"Masih ada kekurangan, tidak semuanya sempurna. Tetapi kalau dilihat performa — apakah itu Bank Jakarta, PAM Jaya, Jakpro, Dharma Jaya yang dulu saya sempat ragu akhirnya saya izinkan untuk impor sapi, Food Station, dan sebagainya — semuanya sudah bergerak ke arah yang lebih baik," ujarnya.
"Kata kuncinya adalah saya memberikan kesempatan dan saya percaya dengan saudara-saudara untuk mengelola perusahaan ini," lanjutnya.
Jangan Jadi Pemain Kandang, Lihat Peluang ke LuarPramono juga mendorong BUMD untuk tidak hanya berorientasi ke dalam daerah, melainkan memperluas perspektif dan peluang bisnis ke luar — bahkan hingga ke pasar internasional.
"Jangan jadi pemain kandang. Tidak mau melihat dunia luar, seakan dirinya paling benar. Padahal kalau kita bisa melihat perspektif yang lebih luas, banyak sekali yang bisa dilakukan oleh BUMD Jakarta ke luar," ucapnya.
Pramono membuka peluang bagi PAM Jaya dan Bank Jakarta untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Namun ia mengingatkan agar kondisi geopolitik dan momentum pasar diperhatikan sebelum keputusan direalisasikan.
"Termasuk di dalamnya permintaan PAM Jaya maupun Bank Jakarta untuk IPO — secara prinsip saya setuju. Secara prinsip," ujarnya.
Ia juga mendorong BUMD untuk menjaga kesehatan keuangan dengan mengurangi beban penugasan yang tidak produktif, dan mengapresiasi langkah pembenahan seperti revitalisasi Taman Ismail Marzuki dan Planetarium sebagai contoh positif.
Jika Ada yang Mengatasnamakan Gubernur, Lapor LangsungPramono secara tegas meminta jajaran direksi BUMD untuk melaporkan langsung kepadanya jika ada pihak yang mengatasnamakan dirinya dalam upaya intervensi.
"Mumpung saya sebagai Gubernur tidak punya kepentingan apa pun terhadap BUMD-BUMD yang ada — kalau ada orang yang mengatasnamakan saya, saudara harus ngomong langsung dengan saya," tegasnya.
Ia berharap forum konsolidasi ini menjadi titik awal bagi BUMD DKI untuk tumbuh lebih sehat secara finansial dan siap menghadapi tantangan ke depan, termasuk target pada 2027.
"Mudah-mudahan Leader Forum BUMD ini menjadi milestone bagi kita semua untuk melangkah lebih baik ke depan," pungkas Pramono.





